Kalkulator Average Down Saham – Hitung Average & Target Lot

Gunakan Kalkulator Average Down Saham untuk mengetahui harga rata-rata baru setelah membeli saham yang sama pada harga berbeda. Anda dapat memasukkan beberapa transaksi sekaligus untuk melihat total lot, total modal, dan average price terbaru.

Jika sudah memiliki target harga rata-rata tertentu, gunakan mode Target Average untuk menghitung berapa lot tambahan yang perlu dibeli pada harga yang Anda tentukan.

Kalkulator Average Down Saham

Hitung harga rata-rata saham dari beberapa pembelian atau cari lot tambahan untuk mencapai target average.

Masukkan minimal 2 transaksi. Perhitungan menggunakan 1 lot = 100 lembar dan belum memasukkan fee broker.

Hasil Average Saham

Harga rata-rata baru -
Total lot -
Total lembar -
Total modal -
TransaksiHargaLotModal

Cara Menggunakan Kalkulator Average Down Saham

Pilih mode perhitungan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Hitung Average

Gunakan mode ini jika Anda sudah melakukan atau sedang merencanakan beberapa pembelian.

  1. Masukkan harga beli saham pada transaksi pertama.
  2. Masukkan jumlah lot.
  3. Tambahkan pembelian kedua atau transaksi berikutnya.
  4. Tekan Hitung Average.
  5. Kalkulator akan menampilkan harga rata-rata baru, total lot, jumlah lembar saham, dan total modal.

Anda dapat menambahkan hingga beberapa transaksi sehingga cocok untuk pembelian bertahap.

Target Average

Gunakan mode ini jika Anda sudah memiliki saham dan ingin mengetahui berapa lot yang perlu ditambahkan agar harga rata-rata turun ke target tertentu.

Masukkan:

  • average saat ini,
  • jumlah lot saat ini,
  • harga pembelian baru,
  • target average.

Kalkulator kemudian menghitung jumlah lot minimum dan perkiraan modal tambahan yang dibutuhkan.


Apa Itu Average Down Saham?

Average down adalah membeli tambahan saham ketika harga pembelian baru lebih rendah daripada harga rata-rata saham yang sudah dimiliki.

Tujuannya adalah menurunkan harga rata-rata kepemilikan.

Contoh sederhana:

Anda membeli:

10 lot pada harga Rp1.000

Kemudian harga turun dan Anda membeli lagi:

10 lot pada harga Rp800

Karena jumlah lot kedua pembelian sama, harga rata-ratanya menjadi:

(Rp1.000 + Rp800) ÷ 2 = Rp900

Average baru Anda adalah sekitar Rp900 per lembar.

Namun, perhitungan tidak selalu sesederhana itu jika jumlah lot setiap transaksi berbeda.

Karena itu, average saham harus dihitung menggunakan rata-rata tertimbang.


Rumus Average Down Saham

Rumus dasarnya:

Harga Average = Total Nilai Pembelian ÷ Total Jumlah Saham

Total nilai pembelian dihitung dengan menjumlahkan seluruh transaksi.

Contohnya:

Pembelian pertama:

10 lot × 100 × Rp1.000 = Rp1.000.000

Pembelian kedua:

5 lot × 100 × Rp800 = Rp400.000

Total modal:

Rp1.400.000

Total saham:

15 lot × 100 = 1.500 lembar

Maka:

Rp1.400.000 ÷ 1.500 = Rp933,33

Jadi harga rata-rata baru menjadi sekitar:

Rp933,33 per lembar

Inilah alasan mengapa hanya merata-ratakan dua harga beli bisa menghasilkan jawaban yang salah ketika jumlah lot berbeda.


Average Down dan Average Up

Pembelian tambahan tidak selalu menurunkan average.

Average Down

Terjadi ketika harga pembelian baru berada di bawah average saat ini.

Contoh:

Average saat ini:

Rp1.000

Beli lagi pada:

Rp800

Average baru akan turun.

Average Up

Terjadi ketika harga pembelian baru berada di atas average saat ini.

Misalnya:

Average saat ini:

Rp1.000

Beli tambahan pada:

Rp1.200

Harga rata-rata kepemilikan akan naik.

Kalkulator di atas otomatis membandingkan pembelian terakhir dengan average sebelumnya sehingga Anda dapat melihat apakah transaksi tersebut termasuk average down atau average up.


Cara Menghitung Lot untuk Target Average

Kadang pertanyaan investor bukan hanya:

“Average saya setelah membeli lagi menjadi berapa?”

Tetapi:

“Berapa lot yang harus saya beli agar average turun ke harga tertentu?”

Untuk menghitungnya, dapat digunakan rumus:

Lot Tambahan = Lot Lama × (Average Lama − Target) ÷ (Target − Harga Beli Baru)

Misalnya:

Average saat ini:

Rp1.000

Jumlah:

10 lot

Harga pembelian baru:

Rp700

Target average:

Rp800

Maka:

10 × (1.000 − 800) ÷ (800 − 700)

= 10 × 200 ÷ 100

= 20 lot

Artinya, secara matematis dibutuhkan sekitar 20 lot tambahan pada harga Rp700 untuk menurunkan average dari Rp1.000 menjadi Rp800.

Mode Target Average pada kalkulator dapat melakukan perhitungan ini secara otomatis.


Mengapa Jumlah Lot Mempengaruhi Average?

Average saham merupakan rata-rata tertimbang.

Artinya, transaksi dengan jumlah lot lebih besar mempunyai pengaruh lebih besar terhadap harga rata-rata akhir.

Contohnya:

Pembelian pertama:

1 lot pada Rp1.000

Pembelian kedua:

10 lot pada Rp800

Average akhir akan jauh lebih dekat ke Rp800 daripada Rp1.000 karena pembelian kedua memiliki jumlah saham yang jauh lebih banyak.

Karena itu, ketika melakukan simulasi average down, jangan hanya memperhatikan selisih harga. Perhatikan juga jumlah lot dan modal tambahan.


Contoh Average Down dengan Beberapa Pembelian

Misalkan Anda melakukan tiga pembelian:

Pembelian 1
10 lot × Rp1.000

Pembelian 2
5 lot × Rp800

Pembelian 3
5 lot × Rp700

Total lot:

20 lot

Karena 1 lot terdiri dari 100 lembar, total saham menjadi:

2.000 lembar

Total modal:

Rp1.000.000 + Rp400.000 + Rp350.000

= Rp1.750.000

Average price:

Rp1.750.000 ÷ 2.000

= Rp875

Jadi setelah tiga pembelian tersebut, harga rata-rata saham menjadi Rp875 per lembar.


Apakah Fee Broker Termasuk?

Perhitungan utama kalkulator ini menggunakan nilai harga dan jumlah saham yang dimasukkan pengguna.

Hasil belum memasukkan fee broker, biaya transaksi, atau biaya lain.

Fee dapat berbeda tergantung perusahaan sekuritas dan jenis transaksi yang digunakan.

Karena itu, nilai total modal pada kalkulator sebaiknya digunakan sebagai simulasi dasar.


Apakah Average Down Selalu Menguntungkan?

Tidak.

Average down secara matematis hanya menurunkan harga rata-rata kepemilikan ketika saham dibeli pada harga lebih rendah.

Hal tersebut tidak berarti harga saham pasti akan kembali naik.

Jika harga terus turun, menambah jumlah saham juga berarti menambah jumlah modal yang terkena perubahan harga.

Karena itu, hasil kalkulator sebaiknya digunakan untuk simulasi perhitungan, bukan sebagai rekomendasi untuk membeli saham tertentu.


Kesalahan Saat Menghitung Average Saham

Hanya Merata-ratakan Harga

Kesalahan umum adalah menghitung:

(Harga pertama + Harga kedua) ÷ 2

Cara tersebut hanya benar jika jumlah saham pada kedua pembelian sama.

Jika lot berbeda, gunakan rata-rata tertimbang.

Lupa Mengalikan Lot dengan 100

Dalam perdagangan saham Indonesia, jumlah saham biasanya dinyatakan dalam lot.

Karena itu, perhitungan nilai transaksi perlu memperhatikan jumlah lembar saham.

Mengabaikan Modal Tambahan

Menurunkan average cukup jauh dapat membutuhkan jumlah lot tambahan yang besar.

Gunakan mode Target Average untuk melihat perkiraan modal yang dibutuhkan sebelum membuat simulasi lebih lanjut.

Menganggap Average Sebagai Harga Impas Bersih

Average price dan harga impas setelah seluruh biaya transaksi tidak selalu sama.

Fee broker dapat membuat nilai break-even sedikit berbeda dari average price dasar.


Kalkulator Terkait

Anda juga dapat menggunakan beberapa kalkulator lain di KalkulatorMatematika.id.

Gunakan Kalkulator Persen untuk menghitung kenaikan atau penurunan harga dalam persentase.

Gunakan Kalkulator Bunga Majemuk untuk melihat bagaimana nilai investasi dapat berkembang dengan sistem pertumbuhan berbunga.

Untuk menghitung potongan harga atau persentase perubahan nilai, Anda juga dapat menggunakan Kalkulator Diskon.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu kalkulator average down saham?

Kalkulator average down saham adalah alat untuk menghitung harga rata-rata baru setelah saham yang sama dibeli beberapa kali pada harga dan jumlah lot yang berbeda.

Bagaimana cara menghitung average saham?

Jumlahkan nilai seluruh pembelian kemudian bagi dengan total jumlah lembar saham.

Apakah jumlah lot mempengaruhi average?

Ya. Average saham merupakan rata-rata tertimbang sehingga pembelian dengan jumlah lot lebih besar memberikan pengaruh lebih besar terhadap harga rata-rata.

Berapa lembar dalam 1 lot saham?

Dalam perdagangan saham Indonesia, 1 lot sama dengan 100 lembar saham.

Apa perbedaan average down dan average up?

Average down terjadi ketika membeli tambahan saham di bawah average sebelumnya sehingga harga rata-rata turun. Average up terjadi ketika pembelian dilakukan di atas average sebelumnya sehingga average naik.

Bagaimana menghitung lot untuk mencapai target average?

Jumlah lot tambahan dapat dihitung berdasarkan average saat ini, jumlah lot yang dimiliki, harga pembelian baru, dan target average. Gunakan mode Target Average agar perhitungan dilakukan otomatis.

Apakah calculator ini memasukkan fee broker?

Belum. Hasil utama merupakan simulasi berdasarkan harga saham dan jumlah lot yang dimasukkan.

Apakah hasil kalkulator merupakan rekomendasi investasi?

Tidak. Kalkulator hanya membantu melakukan perhitungan matematis dan simulasi berdasarkan angka yang dimasukkan pengguna.