Kalkulator Diskon – Hitung Harga Setelah Diskon & Total Hemat

Hitung harga setelah diskon dengan cepat dari harga asli dan persentase potongan. Kalkulator ini juga dapat menghitung diskon bertingkat, total uang yang dihemat, diskon efektif, mencari persen diskon dari dua harga, serta mengetahui kembali harga asli sebelum promo.

Kalkulator Diskon

Hitung Harga Setelah Diskon & Total Hemat

Hitung diskon biasa, diskon bertingkat, persentase potongan dari dua harga, atau cari kembali harga asli sebelum diskon.

Diskon bertingkat dihitung berurutan. Contoh: 50% lalu 20% menghasilkan diskon efektif 60%, bukan 70%.

Cara Menggunakan Kalkulator Diskon

Pilih jenis perhitungan yang ingin dilakukan.

Gunakan mode Harga Setelah Diskon jika Anda mengetahui harga asli dan persentase potongan. Masukkan harga awal, diskon pertama, lalu tambahkan diskon kedua atau ketiga jika promo diberikan secara bertingkat.

Jika tersedia voucher berupa nominal rupiah, masukkan juga nilai voucher tersebut.

Mode Cari Persen Diskon dapat digunakan ketika Anda mengetahui harga lama dan harga baru tetapi tidak mengetahui persentase potongannya.

Sementara itu, mode Cari Harga Asli berguna jika Anda mengetahui harga yang dibayar setelah promo dan besarnya diskon.

Setelah memasukkan angka, tekan Hitung Diskon untuk melihat harga akhir, total hemat, diskon efektif, dan langkah perhitungannya.

Cara Menghitung Diskon Persen

Rumus dasar untuk mencari nilai potongan adalah:

Potongan = Harga Asli × Diskon / 100

Setelah mengetahui nilai potongannya:

Harga Setelah Diskon = Harga Asli − Potongan

Contoh sebuah barang berharga:

Rp250.000

dan mendapatkan diskon:

20%

Nilai potongannya:

Rp250.000 × 20% = Rp50.000

Maka harga yang harus dibayar:

Rp250.000 − Rp50.000 = Rp200.000

Jadi Anda menghemat Rp50.000.

Cara Cepat Menghitung Harga Setelah Diskon

Harga akhir juga dapat dihitung langsung tanpa mencari nilai potongan terlebih dahulu.

Jika diskonnya 20%, berarti Anda masih membayar:

100% − 20% = 80%

Sehingga:

Rp250.000 × 80% = Rp200.000

Cara ini sering lebih cepat jika hanya ingin mengetahui harga yang harus dibayar.

Apa Itu Diskon Bertingkat?

Diskon bertingkat terjadi ketika sebuah barang mendapatkan lebih dari satu potongan secara berurutan.

Contohnya:

Diskon 50% + 20%

Kesalahan yang sering terjadi adalah langsung menjumlahkannya menjadi 70%.

Padahal diskon kedua dihitung dari harga yang sudah terkena diskon pertama.

Misalnya harga awal:

Rp100.000

Setelah diskon 50%:

Rp100.000 × 50% = Rp50.000

Harga menjadi:

Rp50.000

Kemudian diskon tambahan 20% dihitung dari Rp50.000:

20% × Rp50.000 = Rp10.000

Harga akhir:

Rp50.000 − Rp10.000 = Rp40.000

Total uang yang dihemat adalah:

Rp60.000

Artinya diskon efektifnya adalah 60%, bukan 70%.

Contoh Diskon 30% + 20%

Misalnya harga barang:

Rp80.000

Diskon pertama 30%:

Rp80.000 × 30% = Rp24.000

Harga setelah diskon pertama:

Rp56.000

Kemudian diberikan tambahan diskon 20%.

Potongan kedua:

Rp56.000 × 20% = Rp11.200

Harga akhirnya:

Rp56.000 − Rp11.200 = Rp44.800

Total hemat:

Rp80.000 − Rp44.800 = Rp35.200

Diskon efektif:

44%

Jadi diskon 30% + 20% tidak sama dengan 50%.

Apa Itu Diskon Efektif?

Diskon efektif menunjukkan persentase pengurangan harga secara keseluruhan dibandingkan harga awal.

Rumusnya:

Diskon Efektif = Total Hemat / Harga Asli × 100%

Contoh:

Harga asli:

Rp100.000

Harga akhir:

Rp40.000

Total hemat:

Rp60.000

Maka:

Rp60.000 / Rp100.000 × 100% = 60%

Informasi ini sangat berguna saat membandingkan promo bertingkat.

Menghitung Diskon dengan Voucher Nominal

Promo tidak selalu berbentuk persen.

Kadang setelah diskon persen masih ada voucher berupa potongan rupiah.

Contoh:

Harga asli:

Rp250.000

Diskon:

20%

Setelah diskon, harganya:

Rp200.000

Kemudian tersedia voucher:

Rp15.000

Harga akhir:

Rp200.000 − Rp15.000 = Rp185.000

Total hemat:

Rp65.000

Pada kalkulator di atas, voucher nominal diterapkan setelah diskon persen.

Cara Mengetahui Berapa Persen Diskonnya

Terkadang Anda hanya melihat harga lama dan harga promo.

Untuk mencari persentase diskon, gunakan:

Persen Diskon = (Harga Lama − Harga Baru) / Harga Lama × 100%

Contoh:

Harga lama:

Rp200.000

Harga promo:

Rp150.000

Selisih:

Rp200.000 − Rp150.000 = Rp50.000

Kemudian:

Rp50.000 / Rp200.000 × 100% = 25%

Jadi potongannya adalah 25%.

Cara Mencari Harga Asli Sebelum Diskon

Kadang kita mengetahui harga setelah promo dan besarnya diskon, tetapi tidak mengetahui harga awal.

Misalnya Anda membayar:

Rp150.000

setelah diskon:

25%

Jika diskon 25%, berarti harga yang dibayar adalah:

75% dari harga asli

Maka:

Harga Asli = Rp150.000 / 0,75

Hasilnya:

Rp200.000

Jadi harga sebelum promo adalah Rp200.000.

Diskon 10%, 20%, 30%, dan 50% Berarti Bayar Berapa?

Cara sederhana untuk memahami diskon adalah melihat persentase yang masih harus dibayar.

DiskonPersentase yang Dibayar
10%90%
20%80%
25%75%
30%70%
40%60%
50%50%
60%40%
70%30%

Misalnya sebuah barang Rp500.000 mendapatkan diskon 30%.

Anda membayar 70%:

Rp500.000 × 70% = Rp350.000

Mana yang Lebih Besar: Diskon Persen atau Voucher?

Jawabannya bergantung pada harga barang.

Misalnya pilihannya:

Diskon 10%

atau:

Voucher Rp30.000

Untuk harga Rp200.000:

10% dari Rp200.000 adalah:

Rp20.000

Maka voucher Rp30.000 lebih besar.

Namun jika harga barang Rp500.000:

10% adalah:

Rp50.000

Dalam kasus ini, diskon 10% lebih menguntungkan.

Karena itu, membandingkan nilai potongan dalam rupiah dapat membantu mengetahui promo mana yang sebenarnya lebih hemat.

Mengapa Diskon 50% + 50% Bukan 100%?

Misalnya harga awal Rp100.000.

Diskon pertama 50% membuat harga menjadi:

Rp50.000

Diskon kedua 50% dihitung dari Rp50.000:

Rp25.000

Harga akhirnya masih:

Rp25.000

Artinya Anda menghemat Rp75.000 atau 75%, bukan 100%.

Hal ini terjadi karena setiap potongan berikutnya menggunakan harga baru sebagai dasar perhitungan.

Contoh Penggunaan Hitung Diskon Sehari-hari

Perhitungan potongan harga sering digunakan saat:

  • berbelanja di marketplace,
  • membandingkan promo dua toko,
  • membeli pakaian saat sale,
  • menggunakan voucher,
  • menghitung harga setelah promo restoran,
  • atau memeriksa apakah diskon bertingkat benar-benar lebih murah.

Daripada hanya melihat angka persentase besar pada banner promo, lebih baik bandingkan harga akhir dan total uang yang dihemat.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung Diskon

Menjumlahkan Diskon Bertingkat

Diskon 50% + 20% bukan berarti diskon 70%.

Potongan kedua dihitung dari harga setelah diskon pertama.

Mengurangi Persen Langsung dari Angka Harga

Diskon 20% dari Rp200.000 bukan:

200.000 − 20

Persentase harus diubah menjadi nilai potongan terlebih dahulu.

Menggunakan Harga Baru sebagai Pembagi

Saat mencari persen diskon dari harga lama dan harga baru, pembaginya adalah harga lama.

Salah Mencari Harga Sebelum Promo

Jika harga Rp150.000 adalah hasil setelah diskon 25%, harga asli bukan Rp150.000 ditambah 25%.

Karena 25% tersebut dihitung dari harga asli yang belum diketahui.

Kalkulator Terkait

Untuk perhitungan persentase yang lebih umum, gunakan Kalkulator Persen. Jika ingin menghitung operasi angka lainnya, Anda juga dapat menggunakan Kalkulator Pembagian dan Kalkulator Penjumlahan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara menghitung diskon 20%?

Kalikan harga asli dengan 20%, kemudian kurangi hasilnya dari harga awal. Cara cepatnya adalah mengalikan harga asli dengan 80%.

Berapa harga Rp250.000 setelah diskon 20%?

Potongannya Rp50.000, sehingga harga akhirnya adalah Rp200.000.

Apakah diskon 50% + 20% sama dengan 70%?

Tidak. Diskon kedua diterapkan pada harga setelah potongan pertama. Diskon 50% lalu 20% menghasilkan diskon efektif 60%.

Bagaimana menghitung persen diskon dari harga lama dan harga baru?

Kurangi harga lama dengan harga baru, bagi selisih tersebut dengan harga lama, kemudian kalikan 100%.

Bagaimana mencari harga asli sebelum diskon?

Bagi harga setelah diskon dengan persentase harga yang masih dibayar. Contohnya, setelah diskon 25% berarti Anda membayar 75% dari harga asli.

Apakah voucher nominal bisa digabung dengan diskon persen?

Bisa untuk simulasi jika aturan promo memang mengizinkannya. Kalkulator menerapkan voucher nominal setelah seluruh diskon persen.

Mengapa total diskon bertingkat tidak dijumlah langsung?

Karena setiap diskon berikutnya dihitung dari harga yang sudah berkurang, bukan dari harga awal.