Gunakan kalkulator pembagian untuk membagi dua atau banyak angka secara berurutan, termasuk bilangan negatif dan desimal. Untuk pembagian bilangan bulat, mode pembagian bersusun (porogapit) menampilkan hasil bagi, sisa, bentuk pecahan, desimal, dan langkah bagi–kali–kurang–turunkan.
Hitung Hasil Bagi, Sisa & Pembagian Bersusun
Bagi dua atau banyak angka, termasuk desimal dan bilangan negatif. Gunakan mode pembagian bersusun untuk melihat hasil bagi bilangan bulat, sisa, pecahan, desimal, dan langkah porogapit.
Mode bersusun menggunakan bilangan bulat non-negatif. Kalkulator menampilkan hasil bagi, sisa, pecahan sederhana, bilangan campuran, desimal, dan langkah bagi–kali–kurang–turunkan.
Hasil Perhitungan
Langkah Perhitungan
Cara Menggunakan Kalkulator Pembagian
Pilih jenis perhitungan sesuai kebutuhan Anda.
Untuk membagi beberapa angka secara berurutan:
- Pilih mode Pembagian Banyak Angka.
- Masukkan angka yang ingin dihitung.
- Angka pertama menjadi nilai awal.
- Angka kedua dan seterusnya digunakan sebagai pembagi secara berurutan.
- Tekan Hitung Pembagian untuk melihat hasil dan langkahnya.
Contoh:
1.000 ÷ 10 ÷ 2
Perhitungannya dilakukan dari kiri ke kanan:
1.000 ÷ 10 = 100
100 ÷ 2 = 50
Jadi:
1.000 ÷ 10 ÷ 2 = 50
Jika ingin belajar pembagian seperti yang biasa dikerjakan di sekolah, pilih mode Pembagian Bersusun (Porogapit).
Apa Itu Pembagian?
Pembagian adalah operasi matematika untuk membagi suatu nilai menjadi beberapa bagian yang sama atau mencari berapa kali suatu bilangan terdapat di dalam bilangan lainnya.
Simbol pembagian yang umum digunakan adalah:
÷
atau:
/
Contoh:
20 ÷ 5 = 4
Artinya, jika 20 dibagi menjadi 5 bagian yang sama, setiap bagian bernilai 4.
Istilah dalam Pembagian
Pada:
20 ÷ 5 = 4
- 20 = bilangan yang dibagi
- 5 = pembagi
- 4 = hasil bagi
Jika pembagiannya tidak habis, terdapat nilai tambahan yang disebut sisa.
Contoh:
17 ÷ 5 = 3 sisa 2
Karena:
5 × 3 + 2 = 17
Rumus Dasar Pembagian
Untuk pembagian tanpa sisa:
a ÷ b = c
Artinya:
a = b × c
Contoh:
24 ÷ 6 = 4
karena:
6 × 4 = 24
Untuk pembagian dengan sisa, hubungan dasarnya adalah:
Bilangan yang dibagi = Pembagi × Hasil bagi + Sisa
atau:
a = b × q + r
Contoh:
17 ÷ 5 = 3 sisa 2
Pemeriksaan:
5 × 3 + 2 = 17
Rumus ini juga dapat digunakan untuk mengecek apakah hasil pembagian sudah benar.
Pembagian Habis dan Pembagian dengan Sisa
Tidak semua pembagian memberikan hasil bilangan bulat tanpa sisa.
Pembagian Habis
Pembagian disebut habis jika sisanya adalah 0.
Contoh:
24 ÷ 6 = 4
Tidak ada sisa karena:
6 × 4 = 24
Contoh lainnya:
1.000 ÷ 8 = 125
karena:
8 × 125 = 1.000
Pembagian dengan Sisa
Misalnya:
17 ÷ 3
Angka 3 dapat masuk ke dalam 17 sebanyak 5 kali:
3 × 5 = 15
Sisanya:
17 − 15 = 2
Jadi:
17 ÷ 3 = 5 sisa 2
Hasil tersebut juga dapat ditulis sebagai:
17/3
atau sebagai bilangan campuran:
5 2/3
Cara Menghitung Pembagian Bersusun atau Porogapit
Pembagian bersusun, yang juga sering disebut porogapit, adalah metode pembagian tertulis yang dilakukan secara bertahap.
Urutan dasarnya mudah diingat:
Bagi → Kali → Kurang → Turunkan
Proses tersebut diulang sampai seluruh digit selesai dihitung.
Contoh Sederhana: 84 ÷ 2
Mulai dari angka paling kiri.
8 ÷ 2 = 4
Kemudian turunkan angka 4.
4 ÷ 2 = 2
Jadi:
84 ÷ 2 = 42
Tidak terdapat sisa.
Contoh Porogapit: 1.234 ÷ 12
Mulai dari bagian kiri.
12 masuk ke dalam 12 sebanyak:
1 kali
Kemudian:
12 − 12 = 0
Turunkan angka 3.
Karena 3 lebih kecil dari 12, hasil pada posisi tersebut adalah 0.
Turunkan angka berikutnya sehingga diperoleh:
34
12 masuk ke dalam 34 sebanyak:
2 kali
Karena:
12 × 2 = 24
maka sisanya:
34 − 24 = 10
Jadi:
1.234 ÷ 12 = 102 sisa 10
Untuk mengecek:
12 × 102 + 10 = 1.234
Mode porogapit pada kalkulator dapat menampilkan proses seperti ini secara otomatis.
Hasil Pembagian dalam Bentuk Desimal, Pecahan, dan Bilangan Campuran
Satu operasi pembagian dapat ditulis dalam beberapa bentuk.
Misalnya:
17 ÷ 4
Hasil bagi bilangan bulat:
4
Sisa:
1
Jika dilanjutkan dalam bentuk desimal:
17 ÷ 4 = 4,25
Dalam bentuk pecahan:
17/4
Dalam bentuk bilangan campuran:
4 1/4
Semua bentuk tersebut mewakili nilai yang sama.
Pembagian sebagai Pecahan
Operasi:
3 ÷ 4
dapat ditulis sebagai:
3/4
dan nilainya dalam desimal adalah:
0,75
Karena itu pembagian dan pecahan mempunyai hubungan langsung.
Menyederhanakan Pecahan
Misalnya:
18 ÷ 24
dapat ditulis:
18/24
FPB dari 18 dan 24 adalah 6.
Bagi pembilang dan penyebut dengan 6:
18/24 = 3/4
Dalam bentuk desimal:
3/4 = 0,75
Desimal Berulang
Beberapa hasil pembagian tidak berhenti setelah jumlah digit tertentu.
Contoh:
1 ÷ 3 = 0,333333…
Angka 3 terus berulang.
Contoh lainnya:
2 ÷ 3 = 0,666666…
Tanda titik-titik menunjukkan bahwa pola desimal masih berlanjut.
Pembagian Bilangan Positif, Negatif, dan Desimal
Kalkulator juga dapat digunakan untuk menghitung nilai selain bilangan bulat positif.
Pembagian Bilangan Negatif
Aturan tanda pada pembagian sama seperti perkalian:
Positif ÷ Positif = Positif
Negatif ÷ Negatif = Positif
Positif ÷ Negatif = Negatif
Negatif ÷ Positif = Negatif
Contoh:
-20 ÷ 5 = -4
Sedangkan:
-20 ÷ -5 = 4
Pembagian Bilangan Desimal
Contoh:
10,5 ÷ 2,5
Salah satu cara menghitung secara manual adalah menggeser desimal pada kedua angka dengan jumlah tempat yang sama.
Kalikan keduanya dengan 10:
105 ÷ 25
Hasilnya:
4,2
Jadi:
10,5 ÷ 2,5 = 4,2
Jika menggunakan koma sebagai tanda desimal, pilih format desimal Indonesia pada kalkulator agar angka dapat dibaca dengan benar.
Cara Membagi Banyak Angka
Jika lebih dari dua angka digunakan, pembagian dilakukan secara berurutan dari kiri ke kanan.
Contoh:
1.000 ÷ 10 ÷ 2
Pertama:
1.000 ÷ 10 = 100
Kemudian:
100 ÷ 2 = 50
Jadi hasil akhirnya:
50
Urutan angka penting karena pembagian tidak bersifat komutatif.
Misalnya:
20 ÷ 5 = 4
tetapi:
5 ÷ 20 = 0,25
Karena itu bilangan yang dibagi dan pembaginya tidak dapat ditukar sembarangan.
Pembagian dengan 10, 100, dan 0,5
Beberapa pembagian dapat dihitung dengan cepat tanpa melakukan pembagian panjang.
Membagi dengan 10
Membagi dengan 10 menggeser tanda desimal satu tempat ke kiri.
Contoh:
250 ÷ 10 = 25
dan:
25 ÷ 10 = 2,5
Membagi dengan 100
Tanda desimal bergeser dua tempat ke kiri.
Contoh:
250 ÷ 100 = 2,5
Membagi dengan 0,5
Membagi dengan 0,5 sama dengan mengalikan angka tersebut dengan 2.
Contoh:
10 ÷ 0,5 = 20
Hal ini karena terdapat dua bagian 0,5 dalam setiap satu bilangan utuh.
Mengapa Tidak Bisa Membagi dengan Nol?
Pembagian dengan angka 0 tidak terdefinisi dalam aritmetika biasa.
Contoh:
10 ÷ 0
tidak mempunyai hasil yang valid.
Karena itu kalkulator akan menampilkan kesalahan jika angka 0 digunakan sebagai pembagi.
Namun:
0 ÷ 5 = 0
tetap valid.
Perbedaannya adalah pada contoh tersebut angka 0 merupakan bilangan yang dibagi, bukan pembaginya.
Hubungan Pembagian dengan Perkalian dan Sisa
Pembagian merupakan operasi kebalikan dari perkalian.
Jika:
7 × 8 = 56
maka:
56 ÷ 8 = 7
dan:
56 ÷ 7 = 8
Hubungan ini dapat digunakan untuk mengecek hasil pembagian.
Hubungan dengan Sisa atau Modulo
Misalnya:
23 ÷ 5
Karena:
5 × 4 = 20
maka sisanya:
3
Sehingga:
23 ÷ 5 = 4 sisa 3
Jika hanya ingin mencari sisanya, operasi tersebut juga dapat ditulis:
23 mod 5 = 3
Contoh Pembagian dalam Kehidupan Sehari-hari
Pembagian sering digunakan dalam situasi sehari-hari.
Membagi Barang Sama Rata
Terdapat 48 apel yang ingin dibagikan kepada 6 orang.
Hitung:
48 ÷ 6 = 8
Jadi setiap orang menerima:
8 apel
Menghitung Harga per Barang
Total harga 5 barang adalah:
Rp250.000
Harga satu barang:
250.000 ÷ 5 = 50.000
Jadi harga setiap barang adalah:
Rp50.000
Membagi Jumlah ke Beberapa Bagian
Misalnya Rp600.000 ingin dibagi sama rata kepada 4 orang.
600.000 ÷ 4 = 150.000
Masing-masing mendapat:
Rp150.000
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Melakukan Pembagian
Menukar Bilangan yang Dibagi dan Pembagi
20 ÷ 5
tidak sama dengan:
5 ÷ 20
Urutan angka sangat memengaruhi hasil.
Membagi dengan Nol
Angka 0 tidak boleh digunakan sebagai pembagi.
10 ÷ 0
tidak terdefinisi.
Melupakan Sisa
Pada:
17 ÷ 3
hasil pembagian bilangan bulat bukan hanya 5.
Hasil lengkapnya:
5 sisa 2
Salah Menentukan Tanda
Ingat aturan berikut:
Negatif ÷ Negatif = Positif
Negatif ÷ Positif = Negatif
Salah Membaca Desimal Berulang
Nilai:
0,333333…
tidak berhenti pada enam angka 3. Digit tersebut terus berulang.
Kalkulator Terkait
Jika ingin melanjutkan perhitungan, gunakan kalkulator berikut:
Kalkulator Perkalian
Untuk menghitung operasi kebalikan dari pembagian.
Kalkulator Modulo
Untuk mencari sisa hasil pembagian.
Kalkulator Pecahan
Untuk menghitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan.
Kalkulator Bilangan Bulat
Untuk melakukan operasi pada bilangan positif dan negatif.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu kalkulator pembagian?
Kalkulator pembagian adalah alat untuk menghitung hasil pembagian dua atau lebih angka. Kalkulator dapat menampilkan hasil bagi serta, pada mode tertentu, sisa, pecahan, desimal, dan langkah pembagian.
Apa itu pembagian bersusun atau porogapit?
Pembagian bersusun atau porogapit adalah metode pembagian tertulis yang dilakukan dengan urutan bagi, kali, kurang, lalu menurunkan digit berikutnya.
Bagaimana cara menghitung pembagian dengan sisa?
Cari kelipatan terbesar dari pembagi yang tidak melebihi bilangan yang dibagi, kemudian kurangkan untuk mendapatkan sisanya.
Contoh:
17 ÷ 3 = 5 sisa 2
Apakah kalkulator bisa membagi banyak angka?
Ya. Pada mode banyak angka, perhitungan dilakukan dari kiri ke kanan.
Contoh:
100 ÷ 5 ÷ 2 = 10
Apakah kalkulator mendukung angka desimal?
Ya. Bilangan desimal dapat digunakan pada mode pembagian biasa. Pilih format input yang sesuai jika menggunakan koma desimal Indonesia.
Apakah bilangan negatif dapat digunakan?
Ya. Bilangan negatif dapat digunakan dalam pembagian biasa atau pembagian banyak angka.
Contoh:
-20 ÷ 5 = -4
Mengapa angka tidak boleh dibagi dengan nol?
Karena pembagian dengan nol tidak terdefinisi dalam aritmetika biasa. Karena itu 0 tidak dapat digunakan sebagai pembagi.
Apa hubungan pembagian dan pecahan?
Pembagian dapat ditulis sebagai pecahan.
Contoh:
3 ÷ 4 = 3/4 = 0,75
Bagaimana cara memeriksa hasil pembagian dengan sisa?
Gunakan rumus:
Pembagi × Hasil bagi + Sisa = Bilangan yang dibagi
Contoh:
17 ÷ 5 = 3 sisa 2
Pemeriksaan:
5 × 3 + 2 = 17