Gunakan kalkulator THR untuk memperkirakan Tunjangan Hari Raya Keagamaan berdasarkan upah satu bulan dan masa kerja. Pekerja dengan masa kerja 12 bulan atau lebih pada umumnya memperoleh THR sebesar satu bulan upah, sedangkan masa kerja mulai 1 bulan tetapi kurang dari 12 bulan dihitung secara proporsional.
Masukkan dasar upah dan masa kerja untuk melihat estimasi THR yang dapat diterima.
Hasil kalkulator merupakan simulasi berdasarkan ketentuan umum THR. Perjanjian kerja, Peraturan Perusahaan, Perjanjian Kerja Bersama, atau kebijakan perusahaan dapat memberikan nilai THR yang lebih besar.
Hitung THR Penuh, Proporsional & Upah Rata-rata
Hitung THR berdasarkan masa kerja dan dasar upah satu bulan. Mendukung pekerja bulanan, harian lepas, kebijakan perusahaan yang lebih tinggi, dan estimasi batas pembayaran H-7.
Dasar 1 bulan upah pada mode ini = upah pokok + tunjangan tetap. Tunjangan tidak tetap tidak dimasukkan.
Masukkan satu nilai per baris. Untuk masa kerja 12 bulan atau lebih masukkan 12 bulan terakhir; jika kurang dari 12 bulan, masukkan upah setiap bulan selama masa kerja.
Jika ketentuan perusahaan menetapkan THR lebih tinggi daripada minimum regulasi, kalkulator memilih nilai yang lebih tinggi sebagai hak yang ditampilkan.
Hasil Perhitungan THR
Langkah Perhitungan
Cara Menggunakan Kalkulator THR
Untuk menghitung estimasi THR:
- Masukkan upah 1 bulan yang menjadi dasar THR.
- Masukkan masa kerja dalam bulan.
- Tekan tombol Hitung THR.
- Kalkulator akan menampilkan estimasi THR berdasarkan masa kerja.
Contoh:
Upah satu bulan:
Rp6.000.000
Masa kerja:
6 bulan
Perhitungannya:
THR = 6/12 × Rp6.000.000
= Rp3.000.000
Jika masa kerja sudah 12 bulan atau lebih:
THR = 1 bulan upah
Apa Itu THR?
THR atau Tunjangan Hari Raya Keagamaan adalah pendapatan non-upah yang wajib diberikan pengusaha kepada pekerja/buruh menjelang hari raya keagamaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Hak THR berlaku bagi pekerja yang mempunyai hubungan kerja berdasarkan:
- Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT)
- Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)
Pekerja pada umumnya mulai mempunyai hak THR setelah bekerja secara terus-menerus selama 1 bulan atau lebih.
Rumus Menghitung THR
Perhitungan THR dibedakan berdasarkan masa kerja.
Masa Kerja 12 Bulan atau Lebih
Untuk pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih:
THR = 1 bulan upah
Contoh:
Upah satu bulan:
Rp7.000.000
Masa kerja:
18 bulan
Maka:
THR = Rp7.000.000
Masa kerja lebih dari satu tahun tidak berarti THR minimum otomatis dikalikan jumlah tahun kerja.
Masa Kerja 1 Bulan sampai Kurang dari 12 Bulan
THR dihitung secara proporsional.
Rumus:
THR = Masa Kerja / 12 × 1 Bulan Upah
Contoh:
Upah:
Rp6.000.000
Masa kerja:
8 bulan
Maka:
THR = 8/12 × Rp6.000.000
= Rp4.000.000
Jadi estimasi THR:
Rp4.000.000
Tabel Contoh THR Proporsional
Misalnya dasar upah satu bulan adalah:
Rp6.000.000
| Masa Kerja | Perhitungan | Estimasi THR |
|---|---|---|
| 1 bulan | 1/12 × Rp6.000.000 | Rp500.000 |
| 2 bulan | 2/12 × Rp6.000.000 | Rp1.000.000 |
| 3 bulan | 3/12 × Rp6.000.000 | Rp1.500.000 |
| 4 bulan | 4/12 × Rp6.000.000 | Rp2.000.000 |
| 5 bulan | 5/12 × Rp6.000.000 | Rp2.500.000 |
| 6 bulan | 6/12 × Rp6.000.000 | Rp3.000.000 |
| 8 bulan | 8/12 × Rp6.000.000 | Rp4.000.000 |
| 10 bulan | 10/12 × Rp6.000.000 | Rp5.000.000 |
| 11 bulan | 11/12 × Rp6.000.000 | Rp5.500.000 |
| 12 bulan | 1 bulan upah | Rp6.000.000 |
Nilai tersebut hanya contoh. Masukkan dasar upah Anda sendiri ke dalam kalkulator untuk mendapatkan estimasi yang sesuai.
Apa yang Dimaksud dengan 1 Bulan Upah?
Dasar satu bulan upah untuk menghitung THR perlu disesuaikan dengan struktur upah pekerja.
Menurut ketentuan umum, satu bulan upah dapat terdiri dari:
Upah tanpa tunjangan (clean wages)
atau:
Upah pokok + tunjangan tetap
Contoh Upah Pokok dan Tunjangan Tetap
Upah pokok:
Rp5.000.000
Tunjangan tetap:
Rp1.000.000
Dasar satu bulan upah:
Rp5.000.000 + Rp1.000.000
= Rp6.000.000
Jika masa kerja sudah 12 bulan atau lebih:
THR = Rp6.000.000
Karena struktur upah setiap perusahaan dapat berbeda, periksa slip gaji, kontrak kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama sebelum menentukan angka yang dimasukkan ke kalkulator.
Apakah Tunjangan Tidak Tetap Masuk Perhitungan THR?
Tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap tidak selalu diperlakukan dengan cara yang sama.
Contoh tunjangan tidak tetap dapat berupa pembayaran yang bergantung pada:
- kehadiran
- jumlah hari kerja
- perjalanan tertentu
- kondisi kerja tertentu
Jika struktur penghasilan terdiri dari upah pokok dan tunjangan tidak tetap, jangan langsung menjumlahkan seluruh take-home pay sebagai dasar THR.
Gunakan komponen upah yang sesuai dengan ketentuan dan struktur pengupahan perusahaan.
Contoh THR Masa Kerja 3 Bulan
Misalnya:
Dasar upah satu bulan:
Rp5.400.000
Masa kerja:
3 bulan
Maka:
THR = 3/12 × Rp5.400.000
= Rp1.350.000
Jadi estimasi THR:
Rp1.350.000
Contoh THR Masa Kerja 6 Bulan
Misalnya:
Upah:
Rp8.000.000
Masa kerja:
6 bulan
Perhitungan:
THR = 6/12 × Rp8.000.000
= Rp4.000.000
Jadi:
THR = Rp4.000.000
Contoh THR Masa Kerja 9 Bulan
Upah:
Rp7.200.000
Masa kerja:
9 bulan
Maka:
THR = 9/12 × Rp7.200.000
= Rp5.400.000
Jadi estimasi THR:
Rp5.400.000
Apakah Karyawan Baru Mendapat THR?
Ya, pekerja yang sudah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus-menerus atau lebih dapat mempunyai hak THR sesuai ketentuan.
Jika masa kerja belum mencapai 12 bulan, THR dihitung secara proporsional.
Contoh:
Upah:
Rp6.000.000
Masa kerja:
4 bulan
Maka:
4/12 × Rp6.000.000
= Rp2.000.000
Jadi estimasi THR:
Rp2.000.000
Bagaimana Jika Masa Kerja Kurang dari 1 Bulan?
Ketentuan umum hak THR berlaku bagi pekerja dengan masa kerja 1 bulan secara terus-menerus atau lebih.
Karena itu, jika masa kerja belum mencapai satu bulan, kalkulator sebaiknya tidak langsung menggunakan rumus prorata biasa.
Periksa juga ketentuan internal perusahaan karena perusahaan dapat memberikan manfaat yang lebih baik daripada ketentuan minimum.
Apakah Karyawan Kontrak Mendapat THR?
Ya.
Hak THR tidak hanya berlaku untuk pekerja tetap.
Pekerja dengan hubungan kerja berdasarkan PKWT maupun PKWTT dapat memperoleh THR apabila memenuhi persyaratan yang berlaku.
Artinya, status sebagai karyawan kontrak tidak otomatis menghilangkan hak THR.
Cara Menghitung THR Pekerja Harian Lepas
Untuk pekerja dengan perjanjian kerja harian lepas, dasar satu bulan upah dihitung menggunakan rata-rata penghasilan.
Masa Kerja 12 Bulan atau Lebih
Gunakan rata-rata upah yang diterima selama:
12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan
Contoh:
Total upah selama 12 bulan terakhir:
Rp60.000.000
Rata-rata:
Rp60.000.000 ÷ 12
= Rp5.000.000
Maka dasar satu bulan upah:
Rp5.000.000
Masa Kerja Kurang dari 12 Bulan
Gunakan rata-rata upah yang diterima setiap bulan selama masa kerja.
Contoh:
Total upah selama 6 bulan:
Rp27.000.000
Rata-rata:
Rp27.000.000 ÷ 6
= Rp4.500.000
Nilai tersebut menjadi dasar satu bulan upah sebelum rumus THR proporsional diterapkan.
Bagaimana THR Pekerja dengan Upah Satuan Hasil?
Untuk pekerja yang upahnya ditetapkan berdasarkan satuan hasil, dasar satu bulan upah menggunakan rata-rata upah sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena penghasilan jenis ini dapat berubah setiap bulan, satu bulan dengan penghasilan paling tinggi atau paling rendah belum tentu tepat digunakan sebagai dasar perhitungan.
Hitung terlebih dahulu rata-rata upah yang sesuai sebelum memasukkannya ke kalkulator.
Apakah Perusahaan Boleh Memberikan THR Lebih Besar?
Boleh.
Jika nilai THR yang ditetapkan dalam:
- Perjanjian Kerja
- Peraturan Perusahaan
- Perjanjian Kerja Bersama
- atau kebiasaan yang telah dilakukan perusahaan
lebih besar daripada ketentuan minimum, maka pembayaran mengikuti ketentuan yang memberikan nilai lebih besar tersebut.
Contoh:
Rumus minimum menghasilkan:
Rp6.000.000
Tetapi Peraturan Perusahaan menetapkan THR sebesar:
1,5 bulan upah
Maka ketentuan perusahaan yang lebih baik tersebut dapat berlaku.
Kapan THR Harus Dibayarkan?
Berdasarkan ketentuan umum THR Keagamaan, pembayaran dilakukan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan pekerja.
Perusahaan tentu dapat melakukan pembayaran lebih awal.
Karena pemerintah juga dapat menerbitkan petunjuk atau surat edaran pelaksanaan menjelang periode THR, pekerja dan perusahaan sebaiknya memeriksa informasi terbaru dari Kementerian Ketenagakerjaan setiap tahun.
Apakah THR Sama dengan Bonus?
Tidak.
THR dan bonus merupakan dua hal berbeda.
THR merupakan hak pekerja yang diatur dalam ketentuan ketenagakerjaan apabila persyaratannya terpenuhi.
Bonus biasanya berkaitan dengan hal seperti:
- kinerja
- target
- keuntungan perusahaan
- kebijakan perusahaan
- kesepakatan kerja
Bonus yang diberikan perusahaan tidak otomatis menggantikan kewajiban THR.
Apakah THR Terkena PPh 21?
THR merupakan tambahan penghasilan yang dapat memengaruhi perhitungan PPh Pasal 21 sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.
Karena itu nilai THR bruto dan jumlah yang akhirnya diterima pekerja dapat berbeda setelah perhitungan pajak.
Untuk simulasi pajak penghasilan, gunakan:
Kalkulator THR pada halaman ini digunakan untuk memperkirakan nilai THR sebelum memperhitungkan kondisi pajak masing-masing pekerja.
THR dan Gaji Bulanan Itu Berbeda
THR bukan pengganti gaji reguler.
Misalnya seorang pekerja memperoleh:
Gaji bulan tersebut:
Rp6.000.000
THR:
Rp6.000.000
THR tidak berarti gaji bulan tersebut sudah termasuk di dalamnya.
Gaji merupakan imbalan atas pekerjaan, sedangkan THR merupakan pendapatan non-upah terkait hari raya keagamaan.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung THR
Menggunakan Take-Home Pay Tanpa Memeriksa Komponen Upah
Jumlah yang masuk ke rekening belum tentu sama dengan dasar satu bulan upah untuk THR.
Periksa struktur upah terlebih dahulu.
Menganggap Karyawan Kontrak Tidak Mendapat THR
Pekerja dengan PKWT juga dapat memperoleh THR apabila memenuhi persyaratan.
Menganggap Harus Bekerja Satu Tahun untuk Mendapat THR
Tidak.
Pekerja dengan masa kerja mulai 1 bulan dapat memperoleh THR secara proporsional.
Mengalikan THR dengan Jumlah Tahun Kerja
Masa kerja tiga tahun tidak berarti ketentuan minimum THR menjadi tiga bulan upah.
Untuk masa kerja 12 bulan atau lebih, ketentuan dasarnya adalah satu bulan upah.
Menggunakan Seluruh Tunjangan Tanpa Melihat Jenisnya
Bedakan tunjangan tetap dan tidak tetap sebelum menentukan dasar upah.
Salah Menghitung Masa Kerja
Perhitungan prorata bergantung pada masa kerja.
Pastikan periode kerja yang digunakan benar sebelum menghitung:
masa kerja / 12 × satu bulan upah
Dasar Aturan THR
Penjelasan pada halaman ini terutama mengacu pada:
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.
Peraturan tersebut mengatur antara lain:
- pekerja yang berhak memperoleh THR
- besaran THR berdasarkan masa kerja
- komponen satu bulan upah
- perhitungan pekerja harian lepas
- waktu pembayaran THR
- ketentuan apabila perusahaan memberikan nilai yang lebih besar
Peraturan dan petunjuk pelaksanaan dapat diperbarui. Untuk kasus ketenagakerjaan tertentu, periksa informasi terbaru dari Kementerian Ketenagakerjaan atau Dinas Ketenagakerjaan.
Kalkulator Terkait
Kalkulator PPh 21
Hitung estimasi pajak penghasilan karyawan.
Kalkulator Gaji Bersih
Hitung perkiraan penghasilan yang diterima setelah potongan.
Kalkulator Persen
Gunakan untuk menghitung persentase dari suatu nilai.
Kalkulator Rata-Rata
Hitung rata-rata dari beberapa nilai atau penghasilan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana cara menghitung THR?
Jika masa kerja 12 bulan atau lebih:
THR = 1 bulan upah
Jika masa kerja 1 bulan sampai kurang dari 12 bulan:
THR = Masa Kerja / 12 × 1 Bulan Upah
Berapa THR jika sudah bekerja 1 tahun?
Jika sudah bekerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih, ketentuan dasarnya adalah:
1 bulan upah
Berapa THR untuk masa kerja 6 bulan?
Gunakan:
6/12 × 1 bulan upah
Artinya nilai THR adalah setengah dari dasar satu bulan upah.
Apakah karyawan baru mendapat THR?
Ya, jika masa kerja sudah mencapai sekurang-kurangnya 1 bulan secara terus-menerus dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Apakah karyawan kontrak mendapat THR?
Ya. Pekerja dengan PKWT maupun PKWTT dapat mempunyai hak THR.
Apakah THR hanya dihitung dari gaji pokok?
Tidak selalu. Dasar satu bulan upah dapat berupa upah tanpa tunjangan atau upah pokok ditambah tunjangan tetap sesuai struktur upah pekerja.
Apakah tunjangan tidak tetap masuk THR?
Tidak dapat langsung disamakan dengan tunjangan tetap. Periksa komponen dan struktur upah yang berlaku pada hubungan kerja Anda.
Kapan THR paling lambat dibayar?
Ketentuan umum menetapkan pembayaran paling lambat:
7 hari sebelum hari raya keagamaan
Apakah masa kerja 2 tahun mendapat THR 2 bulan upah?
Tidak berdasarkan ketentuan minimum umum. Untuk masa kerja 12 bulan atau lebih, dasar THR adalah satu bulan upah, kecuali terdapat ketentuan perusahaan yang memberikan nilai lebih besar.
Bagaimana menghitung THR pekerja harian?
Tentukan terlebih dahulu rata-rata upah satu bulan sesuai masa kerja, lalu gunakan nilai tersebut sebagai dasar perhitungan THR.
Apakah perusahaan boleh memberikan THR lebih besar?
Ya. Perjanjian kerja, Peraturan Perusahaan, PKB, atau kebiasaan perusahaan dapat menetapkan nilai yang lebih besar.
Apakah THR dikenai pajak?
THR merupakan tambahan penghasilan yang dapat memengaruhi PPh 21 sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.