Gunakan kalkulator perkalian untuk mengalikan dua atau banyak angka sekaligus, termasuk bilangan positif, negatif, dan desimal. Untuk mempelajari cara manual, gunakan mode perkalian bersusun agar hasil kali parsial dan pergeseran nilai tempat dapat dilihat langkah demi langkah.
Kalikan Dua atau Banyak Angka
Hitung hasil kali bilangan bulat, desimal, positif, atau negatif. Gunakan mode perkalian bersusun untuk melihat hasil kali parsial dan pergeseran nilai tempat.
Mode bersusun menggunakan dua bilangan bulat non-negatif. Setiap digit pengali menghasilkan produk parsial yang digeser sesuai nilai tempat.
Hasil Perhitungan
Langkah Perhitungan
Cara Menggunakan Kalkulator Perkalian
Pilih jenis perhitungan sesuai kebutuhan.
Gunakan Perkalian Banyak Angka untuk mengalikan dua atau lebih nilai sekaligus.
Masukkan faktor yang ingin dikalikan. Bilangan positif, negatif, nol, dan desimal dapat digunakan dalam satu perhitungan.
Untuk melihat cara manual seperti yang digunakan di sekolah, pilih Perkalian Bersusun.
Masukkan dua bilangan bulat lalu tekan Hitung Perkalian untuk melihat hasil kali parsial dan hasil akhirnya.
Apa Itu Perkalian?
Perkalian adalah salah satu operasi dasar matematika.
Simbol yang umum digunakan adalah:
×
atau dalam aplikasi komputer:
Contoh:
5 × 4 = 20
Angka 5 dan 4 disebut faktor, sedangkan 20 disebut hasil kali.
Perkalian sebagai Penjumlahan Berulang
Untuk bilangan bulat positif, perkalian dapat dipahami sebagai penjumlahan berulang.
Contoh:
5 × 3
dapat ditulis sebagai:
5 + 5 + 5
= 15
Jadi:
5 × 3 = 15
Namun untuk angka besar, menggunakan operasi perkalian jauh lebih praktis daripada menulis penjumlahan yang sama berkali-kali.
Mengalikan Banyak Angka
Perkalian tidak terbatas pada dua faktor.
Contoh:
2 × 5 × 4
Hitung dari kiri:
2 × 5 = 10
Kemudian:
10 × 4 = 40
Jadi:
2 × 5 × 4 = 40
Mode banyak angka pada alat di atas melakukan proses tersebut secara otomatis.
Perkalian Bilangan Positif
Jika dua bilangan sama-sama positif, hasilnya positif.
Contoh:
8 × 6 = 48
Contoh lain:
25 × 4 = 100
Perkalian Bilangan Negatif
Tanda hasil perkalian bergantung pada tanda faktor.
Aturannya:
positif × positif = positif
negatif × negatif = positif
positif × negatif = negatif
negatif × positif = negatif
Contoh:
(-5) × 3 = -15
Sedangkan:
(-5) × (-3) = 15
Banyak Faktor Negatif
Jika terdapat lebih dari dua faktor, lihat jumlah bilangan negatifnya.
Jika jumlah faktor negatif genap, hasilnya positif.
Contoh:
(-2) × (-3) × 4
Dua faktor negatif berarti jumlahnya genap.
Hasil:
24
Jika jumlah faktor negatif ganjil, hasilnya negatif.
Contoh:
(-2) × (-3) × (-4)
Terdapat tiga faktor negatif.
Hasil:
-24
Perkalian dengan Nol
Bilangan apa pun yang dikalikan 0 menghasilkan 0.
Rumus:
a × 0 = 0
Contoh:
725 × 0 = 0
Bahkan jika terdapat banyak faktor:
5 × 20 × 0 × 100
hasilnya tetap:
0
Karena itu kalkulator juga memberi informasi jika terdapat faktor nol.
Perkalian dengan Satu
Angka 1 merupakan identitas perkalian.
Artinya:
a × 1 = a
Contoh:
75 × 1 = 75
Mengalikan sebuah angka dengan 1 tidak mengubah nilainya.
Perkalian Bilangan Desimal
Perkalian desimal dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mengabaikan tanda desimal.
Contoh:
2,5 × 1,2
Abaikan koma sementara:
25 × 12 = 300
Jumlah tempat desimal:
- 2,5 memiliki 1 digit desimal,
- 1,2 memiliki 1 digit desimal.
Total ada 2 digit desimal.
Maka:
300 → 3,00
Jadi:
2,5 × 1,2 = 3
Contoh 0,07 × 2,3
Abaikan tanda desimal:
7 × 23 = 161
0,07 memiliki dua digit desimal.
2,3 memiliki satu digit desimal.
Total:
3 digit desimal
Maka:
0,07 × 2,3 = 0,161
Cara ini merupakan aturan umum saat melakukan perkalian desimal secara manual.
Desimal Indonesia pada Kalkulator
Dalam penulisan Indonesia, koma biasanya digunakan sebagai tanda desimal.
Contoh:
2,5
Sementara beberapa sistem digital menggunakan:
2.5
Karena koma juga dapat digunakan sebagai pemisah banyak angka, alat di atas menyediakan mode Desimal Indonesia.
Pada mode tersebut, masukkan satu angka per baris atau gunakan titik koma.
Contoh:
2,5; 4; -3
Hasil:
-30
Apa Itu Perkalian Bersusun?
Perkalian bersusun adalah cara menghitung perkalian angka dengan beberapa digit menggunakan nilai tempat.
Contoh:
23 × 45
Pertama gunakan digit satuan dari 45:
23 × 5 = 115
Kemudian digit puluhan:
23 × 4 = 92
Karena angka 4 mewakili 40, hasil parsialnya digeser satu tempat:
920
Kemudian jumlahkan:
115 + 920 = 1.035
Jadi:
23 × 45 = 1.035
Hasil Kali Parsial
Hasil kali parsial adalah hasil perkalian bilangan pertama dengan setiap digit pada pengali.
Misalnya:
123 × 45
Digit satuan:
123 × 5 = 615
Digit puluhan:
123 × 4 = 492
Karena 4 sebenarnya bernilai 40:
492 × 10 = 4.920
Kemudian:
615 + 4.920 = 5.535
Mengapa Hasil Parsial Harus Digeser?
Setiap digit mempunyai nilai tempat.
Pada angka:
45
angka 5 bernilai:
5 satuan
sedangkan angka 4 bernilai:
4 puluhan = 40
Karena itu hasil dari perkalian dengan digit 4 harus digeser satu posisi ke kiri.
Untuk digit ratusan, pergeseran dilakukan dua posisi.
Contoh 347 × 26
Pertama:
347 × 6 = 2.082
Kemudian:
347 × 2 = 694
Tetapi 2 berada pada tempat puluhan sehingga:
694 × 10 = 6.940
Jumlahkan:
2.082 + 6.940 = 9.022
Jadi:
347 × 26 = 9.022
Sifat Komutatif Perkalian
Perkalian bersifat komutatif.
Rumus:
a × b = b × a
Contoh:
6 × 8 = 48
dan:
8 × 6 = 48
Urutan dua faktor tidak mengubah hasil perkalian.
Sifat Asosiatif Perkalian
Perkalian juga bersifat asosiatif.
Rumus:
(a × b) × c = a × (b × c)
Contoh:
(2 × 3) × 4
= 6 × 4
= 24
Sedangkan:
2 × (3 × 4)
= 2 × 12
= 24
Pengelompokan berbeda tetapi hasilnya tetap sama.
Sifat Distributif
Perkalian dapat didistribusikan terhadap penjumlahan.
Rumus:
a(b + c) = ab + ac
Contoh:
5(10 + 3)
= 5 × 13
= 65
Atau:
5 × 10 + 5 × 3
= 50 + 15
= 65
Sifat ini sering membantu menghitung perkalian secara mental.
Cara Cepat Mengalikan dengan 10
Mengalikan bilangan bulat dengan 10 berarti menambahkan satu nol di bagian akhir.
Contoh:
35 × 10 = 350
Untuk 100:
35 × 100 = 3.500
Untuk bilangan desimal, tanda desimal bergeser ke kanan sesuai jumlah nol.
Contoh:
2,75 × 10 = 27,5
Mengalikan dengan 5
Salah satu cara cepat mengalikan dengan 5 adalah:
kalikan dengan 10 lalu bagi 2.
Contoh:
48 × 5
Pertama:
48 × 10 = 480
Kemudian:
480 ÷ 2 = 240
Jadi:
48 × 5 = 240
Mengalikan dengan 25
Karena:
25 = 100 / 4
Anda dapat mengalikan angka dengan 100 lalu membaginya dengan 4.
Contoh:
32 × 25
32 × 100 = 3.200
Kemudian:
3.200 ÷ 4 = 800
Jadi:
32 × 25 = 800
Perkalian untuk Menghitung Luas
Perkalian sering digunakan dalam geometri.
Luas persegi panjang:
L = panjang × lebar
Misalnya:
panjang = 12 m
lebar = 5 m
Maka:
L = 12 × 5 = 60 m²
Perkalian untuk Menghitung Volume
Volume balok:
V = panjang × lebar × tinggi
Contoh:
10 cm × 5 cm × 4 cm
Volume:
10 × 5 × 4 = 200 cm³
Ini menunjukkan mengapa kemampuan mengalikan lebih dari dua angka juga berguna dalam geometri.
Perkalian Harga dan Jumlah Barang
Misalnya satu barang berharga:
Rp25.000
dan Anda membeli:
4 buah
Total:
25.000 × 4
= 100.000
Jadi total harga sebelum diskon adalah Rp100.000.
Perkalian pada Skala
Jika sebuah resep membutuhkan 250 gram bahan untuk satu porsi dan ingin membuat 4 porsi:
250 × 4 = 1.000 gram
Konsep yang sama berlaku pada skala, jumlah barang, jarak, luas, dan banyak perhitungan sehari-hari.
Hubungan Perkalian dan Pembagian
Perkalian dan pembagian merupakan operasi yang saling berkaitan.
Jika:
7 × 8 = 56
maka:
56 ÷ 8 = 7
dan:
56 ÷ 7 = 8
Hubungan ini dapat digunakan untuk memeriksa jawaban perkalian.
Hubungan Perkalian dengan Pangkat
Pangkat dapat dipahami sebagai perkalian berulang dengan faktor yang sama.
Contoh:
3⁴
berarti:
3 × 3 × 3 × 3
= 81
Jadi perpangkatan merupakan bentuk khusus dari perkalian berulang.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Salah menentukan tanda hasil
Satu faktor negatif menghasilkan hasil negatif jika semua faktor lainnya positif.
Dua faktor negatif menghasilkan nilai positif.
Lupa bahwa dikali nol selalu nol
Jika salah satu faktor adalah 0, seluruh hasil perkalian menjadi 0.
Salah menempatkan desimal
Pada perkalian desimal, jumlah digit desimal dari semua faktor menentukan posisi desimal pada hasil.
Lupa menggeser hasil parsial
Pada perkalian bersusun, hasil perkalian dengan digit puluhan harus bergeser satu tempat, ratusan dua tempat, dan seterusnya.
Menganggap perkalian dan penjumlahan mempunyai aturan tanda yang sama
Pada perkalian, dua bilangan negatif menghasilkan positif.
Pada penjumlahan dua bilangan negatif, hasilnya tetap negatif.
Kalkulator Terkait
Untuk operasi kebalikannya, gunakan Kalkulator Pembagian.
Untuk menjumlahkan banyak angka, gunakan Kalkulator Penjumlahan.
Untuk mengurangi beberapa nilai, gunakan Kalkulator Pengurangan.
Jika faktor berupa pecahan, gunakan Kalkulator Pecahan agar hasil pecahan dapat disederhanakan secara langsung.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu perkalian?
Perkalian adalah operasi matematika untuk mencari hasil kali dua atau lebih faktor.
Berapa hasil 7 × 8?
Hasilnya adalah 56.
Apakah bisa mengalikan lebih dari dua angka?
Ya. Anda dapat memasukkan beberapa faktor sekaligus.
Apakah bilangan negatif dapat dikalikan?
Ya. Tanda hasil bergantung pada jumlah faktor negatif.
Mengapa negatif dikali negatif menjadi positif?
Itu merupakan aturan tanda pada perkalian. Dua faktor dengan tanda sama menghasilkan nilai positif.
Berapa angka apa pun dikali nol?
Hasilnya selalu 0.
Apakah kalkulator mendukung desimal?
Ya. Desimal dengan titik maupun format desimal Indonesia dapat digunakan.
Bagaimana cara mengalikan desimal?
Kalikan angka tanpa tanda desimal terlebih dahulu, kemudian tempatkan desimal sesuai total digit desimal pada faktor-faktornya.
Apa itu perkalian bersusun?
Perkalian bersusun memecah perkalian menjadi beberapa hasil kali parsial berdasarkan setiap digit pengali.
Mengapa hasil parsial digeser?
Karena digit pada puluhan, ratusan, dan seterusnya memiliki nilai tempat yang berbeda.
Apakah urutan faktor mengubah hasil?
Tidak untuk perkalian bilangan real. a × b = b × a karena sifat komutatif.