Kalkulator PPh 21 – Simulasi Pajak Penghasilan Karyawan

Gunakan kalkulator PPh 21 untuk mendapatkan estimasi Pajak Penghasilan Pasal 21 berdasarkan penghasilan bulanan dan status PTKP. Masukkan gaji pokok, penghasilan tambahan tetap, serta status keluarga untuk melihat perkiraan pajak tahunan dan rata-rata pajak per bulan.

Catatan penting: kalkulator ini merupakan alat simulasi sederhana. Pemotongan PPh 21 pada slip gaji bulanan dapat berbeda karena pegawai tetap menggunakan skema Tarif Efektif Rata-rata (TER) untuk masa pajak tertentu, sedangkan perhitungan pada masa pajak terakhir dilakukan dengan perhitungan tahunan.

Kalkulator PPh 21

Hitung TER Bulanan & Rekonsiliasi PPh 21 Tahunan

Pilih perhitungan Januari–November dengan Tarif Efektif Rata-rata (TER), atau hitung pajak setahun dan penyesuaian pada masa pajak terakhir.

Masukkan seluruh penghasilan bruto yang menjadi dasar pemotongan pada bulan tersebut. Jika bulan itu ada bonus/THR atau penghasilan tidak teratur lain yang masuk bruto, masukkan total bruto bulan tersebut.

Cara Menggunakan Kalkulator PPh 21

Untuk mendapatkan estimasi:

  1. Masukkan gaji pokok per bulan.
  2. Masukkan tunjangan atau penghasilan tambahan tetap per bulan jika ada.
  3. Pilih status PTKP yang sesuai.
  4. Tekan tombol hitung.
  5. Kalkulator akan menampilkan estimasi PPh 21 tahunan dan rata-rata pajak per bulan.

Gunakan hasil sebagai simulasi, bukan sebagai bukti potong atau nilai resmi untuk pelaporan pajak.

Perhitungan sebenarnya dapat dipengaruhi oleh komponen penghasilan, iuran yang dapat menjadi pengurang, masa kerja, penghasilan tidak teratur, dan ketentuan perpajakan yang berlaku pada kondisi masing-masing pegawai.


Apa Itu PPh Pasal 21?

PPh Pasal 21 adalah pajak atas penghasilan yang diterima orang pribadi dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan.

Penghasilan tersebut dapat berupa:

  • gaji
  • upah
  • tunjangan
  • honorarium
  • bonus
  • dan pembayaran lain yang berkaitan dengan pekerjaan atau jasa

Untuk pegawai, PPh 21 umumnya dipotong oleh pemberi kerja.

Besarnya pajak tidak hanya bergantung pada gaji, tetapi juga status PTKP, jenis penghasilan, periode pembayaran, serta aturan pemotongan yang berlaku.


Komponen Dasar Perhitungan PPh 21

Dalam simulasi tahunan pegawai tetap, beberapa komponen penting adalah:

Penghasilan Bruto

Penghasilan bruto adalah total penghasilan sebelum dikurangi komponen yang diperbolehkan.

Contohnya:

Gaji pokok + tunjangan tetap + penghasilan lain yang termasuk objek PPh 21

Biaya Jabatan

Untuk perhitungan tahunan pegawai tetap, biaya jabatan pada umumnya sebesar:

5% dari penghasilan bruto

dengan batas maksimal:

Rp500.000 per bulan

atau:

Rp6.000.000 per tahun

Penghasilan Neto

Secara sederhana:

Penghasilan Neto = Penghasilan Bruto − Pengurang yang Diperbolehkan

Pengurang dapat mencakup biaya jabatan dan komponen tertentu lainnya sesuai ketentuan.

PTKP

PTKP adalah Penghasilan Tidak Kena Pajak.

Penghasilan neto dikurangi PTKP untuk mendapatkan Penghasilan Kena Pajak.

PKP

PKP adalah Penghasilan Kena Pajak.

Secara sederhana:

PKP = Penghasilan Neto − PTKP

Jika hasilnya tidak melebihi nol, tidak terdapat PKP dari perhitungan tersebut.


Besaran PTKP

Status PTKP ditentukan berdasarkan status perkawinan dan jumlah tanggungan.

Tidak Kawin

StatusPTKP
TK/0Rp54.000.000
TK/1Rp58.500.000
TK/2Rp63.000.000
TK/3Rp67.500.000

Kawin

StatusPTKP
K/0Rp58.500.000
K/1Rp63.000.000
K/2Rp67.500.000
K/3Rp72.000.000

Kode:

TK = tidak kawin

K = kawin

Angka setelah tanda / menunjukkan jumlah tanggungan yang diperhitungkan, maksimal tiga orang dalam kategori tersebut.


Tarif Progresif Pajak Penghasilan Orang Pribadi

Untuk perhitungan pajak tahunan, tarif Pasal 17 diterapkan secara bertingkat.

Lapisan PKPTarif
Sampai Rp60.000.0005%
Di atas Rp60.000.000 sampai Rp250.000.00015%
Di atas Rp250.000.000 sampai Rp500.000.00025%
Di atas Rp500.000.000 sampai Rp5.000.000.00030%
Di atas Rp5.000.000.00035%

Tarif tersebut bersifat progresif.

Artinya, jika PKP masuk ke lapisan kedua, bukan seluruh PKP langsung dikenai tarif 15%.

Setiap bagian dikenai tarif sesuai lapisannya.


Contoh Menghitung PPh 21 Tahunan

Misalnya seorang pegawai mempunyai:

Gaji = Rp10.000.000 per bulan

Tidak ada penghasilan tambahan lain.

Status:

TK/0

Untuk contoh sederhana ini, anggap tidak ada pengurang lain selain biaya jabatan.

1. Hitung Penghasilan Bruto Setahun

Rp10.000.000 × 12

= Rp120.000.000

2. Hitung Biaya Jabatan

5% × Rp120.000.000:

Rp6.000.000

Nilai tersebut juga sama dengan batas maksimal biaya jabatan setahun.

3. Hitung Penghasilan Neto

Rp120.000.000 − Rp6.000.000

= Rp114.000.000

4. Kurangi PTKP

PTKP TK/0:

Rp54.000.000

Maka:

Rp114.000.000 − Rp54.000.000

= Rp60.000.000

5. Hitung Pajak

PKP Rp60.000.000 berada pada lapisan pertama:

5% × Rp60.000.000

= Rp3.000.000

Jadi estimasi PPh tahunan pada contoh sederhana tersebut adalah:

Rp3.000.000

Ini adalah contoh perhitungan tahunan sederhana. Potongan pada setiap bulan tidak harus sama karena mekanisme pemotongan bulanan menggunakan ketentuan tersendiri.


Apa Itu TER PPh 21?

TER adalah Tarif Efektif Rata-rata.

Untuk pegawai tetap tertentu, TER bulanan digunakan untuk mempermudah pemotongan PPh 21 pada masa pajak selain masa pajak terakhir.

Secara sederhana:

PPh 21 bulanan = Penghasilan Bruto Bulanan × Tarif Efektif yang Berlaku

Tarif efektif tidak hanya ditentukan dari besar penghasilan, tetapi juga kategori PTKP.


Kategori TER PPh 21

Tarif efektif bulanan dibagi menjadi kategori A, B, dan C.

Kategori A

Digunakan untuk status:

  • TK/0
  • TK/1
  • K/0

Kategori B

Digunakan untuk status:

  • TK/2
  • TK/3
  • K/1
  • K/2

Kategori C

Digunakan untuk status:

  • K/3

Setiap kategori mempunyai tabel tarif berdasarkan jumlah penghasilan bruto pada bulan tersebut.

Karena itu dua orang dengan penghasilan bruto sama belum tentu menggunakan tarif efektif yang sama jika status PTKP mereka berbeda.


Mengapa Pajak Januari–November Bisa Berbeda dengan Desember?

Pada pegawai tetap, TER bulanan digunakan untuk masa pajak selain masa pajak terakhir.

Pada masa pajak terakhir, pemberi kerja melakukan perhitungan kembali berdasarkan penghasilan selama tahun atau bagian tahun pajak.

Secara sederhana:

  1. Hitung pajak tahunan yang sebenarnya.
  2. Lihat PPh 21 yang sudah dipotong pada bulan-bulan sebelumnya.
  3. Hitung selisih yang masih perlu dipotong atau disesuaikan pada masa pajak terakhir.

Karena mekanisme tersebut, PPh 21 bulan terakhir dapat berbeda cukup jauh dibanding bulan sebelumnya.

TER bukan pajak tambahan dan tidak dimaksudkan untuk menambah total pajak tahunan.


PTKP dan TER Itu Berbeda

PTKP dan TER mempunyai fungsi berbeda.

PTKP

PTKP merupakan batas penghasilan tidak kena pajak yang digunakan dalam perhitungan pajak tahunan.

TER

TER merupakan tarif efektif yang digunakan untuk mempermudah pemotongan PPh 21 pada periode tertentu.

Status PTKP juga digunakan untuk menentukan apakah pegawai masuk kategori TER A, B, atau C.


Biaya Jabatan dalam PPh 21

Biaya jabatan merupakan pengurang dalam penghitungan penghasilan neto pegawai tetap pada perhitungan tahunan.

Besarnya:

5% dari penghasilan bruto

dengan batas:

maksimal Rp500.000 per bulan

atau:

Rp6.000.000 per tahun

Nama “biaya jabatan” tidak berarti hanya pegawai dengan jabatan tertentu yang dapat memperoleh pengurang tersebut.


Bagaimana dengan Iuran Pensiun, JHT, atau Komponen Lain?

Dalam perhitungan PPh 21 yang sebenarnya, terdapat kondisi di mana iuran tertentu yang dibayar pegawai melalui pemberi kerja dapat menjadi pengurang sesuai ketentuan.

Contohnya dapat mencakup komponen terkait:

  • iuran pensiun
  • Jaminan Pensiun
  • Jaminan Hari Tua
  • pengurang lain yang memenuhi ketentuan

Kalkulator sederhana pada halaman ini belum memasukkan seluruh kemungkinan pengurang tersebut secara terpisah.

Karena itu hasil kalkulator sebaiknya diperlakukan sebagai estimasi.


Bagaimana Bonus dan THR Memengaruhi PPh 21?

Bonus, THR, dan penghasilan tidak teratur dapat meningkatkan penghasilan bruto pada bulan pembayaran.

Karena TER bulanan menggunakan penghasilan bruto pada bulan yang bersangkutan, tambahan penghasilan tersebut dapat membuat tarif efektif dan jumlah potongan PPh 21 pada bulan tersebut berubah.

Karena itu bonus atau THR yang hanya diterima satu kali jangan dianggap sebagai tunjangan tetap setiap bulan.

Jika ingin menghitung hak THR secara terpisah, gunakan Kalkulator THR.


Catatan Insentif PPh 21 Ditanggung Pemerintah Tahun 2026

Pada tahun 2026 terdapat fasilitas PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pegawai tertentu yang memenuhi persyaratan.

Fasilitas ini tidak otomatis berlaku bagi semua karyawan.

Ketentuannya antara lain bergantung pada:

  • bidang usaha pemberi kerja
  • Klasifikasi Lapangan Usaha tertentu
  • jenis pegawai
  • besarnya penghasilan
  • kelengkapan identitas perpajakan
  • persyaratan lain dalam peraturan

Untuk pegawai tetap tertentu, salah satu kriterianya adalah penghasilan bruto tetap dan teratur yang tidak lebih dari Rp10.000.000 pada periode yang ditentukan.

Bidang usaha yang disebut dalam ketentuan tersebut antara lain:

  • alas kaki
  • tekstil dan pakaian jadi
  • furnitur
  • kulit dan barang dari kulit
  • pariwisata

Kalkulator umum pada halaman ini tidak secara otomatis menerapkan fasilitas PPh 21 DTP 2026.

Jika Anda memenuhi kemungkinan kriteria insentif, periksa ketentuan resmi DJP atau informasi dari pemberi kerja sebelum menggunakan hasil simulasi sebagai acuan potongan sebenarnya.


Mengapa Hasil Kalkulator Bisa Berbeda dengan Slip Gaji?

Beberapa penyebabnya antara lain:

Menggunakan TER

Slip gaji bulanan dapat menggunakan tarif efektif sesuai penghasilan bruto bulan tersebut.

Ada Bonus atau THR

Penghasilan tidak teratur dapat membuat penghasilan bruto bulan tertentu berbeda.

Ada Pengurang Tambahan

Iuran tertentu dapat diperhitungkan dalam perhitungan pajak tahunan jika memenuhi ketentuan.

Masa Kerja Tidak Satu Tahun Penuh

Karyawan yang mulai atau berhenti bekerja di tengah tahun dapat mempunyai perhitungan berbeda.

Ada Insentif Pajak

Pegawai tertentu dapat memenuhi persyaratan fasilitas perpajakan yang berlaku.

Metode Kalkulator Lebih Sederhana

Kalkulator ini tidak menggantikan payroll perusahaan, bukti potong, atau sistem resmi Direktorat Jenderal Pajak.


Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung PPh 21

Mengalikan Seluruh PKP dengan Satu Tarif

Tarif Pasal 17 bersifat progresif.

Jika PKP melewati Rp60 juta, bukan berarti seluruh PKP langsung dikenai tarif 15%.

Menganggap PTKP Sama untuk Semua Orang

PTKP berbeda sesuai status perkawinan dan jumlah tanggungan.

Menganggap TER Sama dengan Tarif Pajak Tahunan

TER digunakan sebagai mekanisme pemotongan pada periode tertentu.

Total pajak tahunan tetap dihitung menggunakan mekanisme tahunan yang berlaku.

Memasukkan Bonus Sekali Setahun sebagai Bonus Bulanan

Hal ini dapat membuat penghasilan tahunan menjadi terlalu besar dalam kalkulator.

Menganggap Estimasi sebagai Nilai Resmi

Nilai resmi tetap mengikuti payroll, bukti pemotongan, dan administrasi perpajakan yang berlaku.


Kalkulator Terkait

Kalkulator Gaji Bersih
Hitung perkiraan take-home pay setelah komponen potongan.

Kalkulator THR
Hitung estimasi THR berdasarkan masa kerja dan penghasilan.

Kalkulator Persen
Gunakan untuk menghitung persentase secara cepat.

Kalkulator Kredit HP
Bandingkan cicilan dengan budget penghasilan bulanan.


Dasar Peraturan

Informasi pada halaman ini merujuk terutama pada:

  • PP Nomor 58 Tahun 2023 tentang tarif pemotongan PPh Pasal 21
  • PMK Nomor 168 Tahun 2023 tentang petunjuk pelaksanaan pemotongan pajak atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan orang pribadi
  • ketentuan tarif Pasal 17 Undang-Undang Pajak Penghasilan
  • PMK Nomor 105 Tahun 2025 untuk fasilitas PPh 21 Ditanggung Pemerintah tahun anggaran 2026

Ketentuan pajak dapat berubah. Untuk transaksi, payroll, atau pelaporan resmi, gunakan informasi terbaru dari Direktorat Jenderal Pajak dan dokumen perpajakan resmi.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu PPh 21?

PPh Pasal 21 adalah pajak atas penghasilan yang diterima orang pribadi dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan.

Bagaimana cara menghitung PPh 21 karyawan?

Perhitungannya bergantung pada periode dan kondisi pegawai. Untuk pemotongan bulanan pegawai tetap digunakan mekanisme TER pada masa pajak yang berlaku, sedangkan perhitungan pada masa pajak terakhir menggunakan perhitungan tahunan sesuai ketentuan.

Apa itu PTKP?

PTKP adalah Penghasilan Tidak Kena Pajak yang menjadi pengurang dalam menentukan Penghasilan Kena Pajak pada perhitungan tahunan.

Berapa PTKP TK/0?

PTKP TK/0 adalah:

Rp54.000.000 per tahun

Apa itu TER PPh 21?

TER adalah Tarif Efektif Rata-rata yang digunakan untuk menyederhanakan pemotongan PPh 21 pada periode tertentu.

Apakah TER digunakan sepanjang tahun dengan cara yang sama?

Tidak. Untuk pegawai tetap, masa pajak terakhir menggunakan mekanisme perhitungan tahunan dan memperhitungkan PPh 21 yang telah dipotong sebelumnya.

Apakah bonus dan THR dikenai PPh 21?

Bonus dan THR merupakan penghasilan yang dapat masuk dalam dasar pemotongan PPh 21 sesuai ketentuan. Pembayaran tersebut juga dapat memengaruhi penghasilan bruto pada bulan diterima.

Apakah hasil kalkulator ini resmi?

Tidak. Kalkulator digunakan untuk simulasi dan edukasi. Nilai resmi mengikuti perhitungan pemberi kerja, bukti pemotongan, dan ketentuan Direktorat Jenderal Pajak.

Apakah kalkulator ini sudah menghitung seluruh pengurang PPh 21?

Tidak. Kalkulator sederhana ini belum memasukkan seluruh kemungkinan komponen seperti berbagai iuran atau kondisi khusus secara terpisah.

Apakah semua pekerja bergaji di bawah Rp10 juta bebas PPh 21 pada 2026?

Tidak. Fasilitas PPh 21 Ditanggung Pemerintah tahun 2026 hanya berlaku jika pegawai dan pemberi kerja memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam peraturan.

Mengapa potongan PPh 21 bulan Desember bisa berbeda?

Karena pada masa pajak terakhir dilakukan perhitungan pajak tahunan dan diperhitungkan kembali jumlah PPh 21 yang sudah dipotong pada masa-masa sebelumnya.