Gunakan kalkulator bilangan kompleks untuk menghitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, modulus, argumen, konjugat, bentuk polar, pangkat, dan akar ke-n dari bilangan berbentuk a + bi. Anda juga dapat mengubah bentuk polar kembali menjadi bentuk kartesius dan melihat langkah perhitungannya.
Operasi a + bi, Bentuk Polar, Pangkat & Akar
Hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, modulus, argumen, konjugat, bentuk polar, pangkat, akar ke-n, serta konversi polar ke bentuk a + bi.
Untuk akar, n harus 2–12. Untuk pangkat, n boleh −50 sampai 50; 0 berpangkat negatif tidak valid.
Bilangan kompleks ditulis z = a + bi dengan i² = −1. Koma atau titik dapat digunakan sebagai tanda desimal.
Hasil Perhitungan
Semua Akar
| k | a + bi | Bentuk polar |
|---|
Langkah Perhitungan
Cara Menggunakan Kalkulator Bilangan Kompleks
Pilih jenis perhitungan yang ingin dilakukan.
Gunakan Operasi Dua Bilangan Kompleks untuk menghitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, atau pembagian.
Masukkan bagian real dan imajiner dari:
z₁ = a + bi
dan:
z₂ = c + di
Jika hanya ingin mengetahui modulus, argumen, konjugat, atau bentuk polar sebuah bilangan, pilih Analisis Satu Bilangan Kompleks.
Untuk menghitung pangkat atau seluruh akar ke-n, gunakan mode Pangkat & Akar ke-n.
Mode Polar → a + bi digunakan untuk mengubah modulus dan sudut kembali ke bentuk kartesius.
Apa Itu Bilangan Kompleks?
Bilangan kompleks adalah bilangan yang mempunyai bagian real dan bagian imajiner.
Bentuk umumnya:
z = a + bi
dengan:
a = bagian real
b = koefisien bagian imajiner
i = unit imajiner.
Unit imajiner didefinisikan dengan:
i² = −1
Contoh:
3 + 4i
mempunyai bagian real 3 dan bagian imajiner 4.
Apa Itu i?
Dalam bilangan real, tidak ada angka real yang jika dikuadratkan menghasilkan −1.
Karena itu digunakan unit baru:
i = √−1
Sehingga:
i² = −1
Pangkat i berulang dengan pola:
i¹ = i
i² = −1
i³ = −i
i⁴ = 1
kemudian pola tersebut berulang kembali.
Bilangan Real sebagai Bilangan Kompleks
Bilangan kompleks tidak selalu harus mempunyai bagian imajiner yang terlihat.
Contoh:
5
dapat ditulis:
5 + 0i
Jadi seluruh bilangan real juga dapat dianggap sebagai bilangan kompleks dengan bagian imajiner nol.
Bilangan Imajiner Murni
Jika bagian realnya nol, bilangan disebut imajiner murni.
Contoh:
4i
sebenarnya:
0 + 4i
Begitu juga:
−7i
mempunyai real part 0 dan imaginary part −7.
Penjumlahan Bilangan Kompleks
Untuk menjumlahkan:
(a+bi)+(c+di)
gabungkan bagian real dengan bagian real dan bagian imajiner dengan bagian imajiner.
Rumus:
(a+c)+(b+d)i
Contoh:
(3+4i)+(1−2i)
Bagian real:
3 + 1 = 4
Bagian imajiner:
4 − 2 = 2
Hasil:
4 + 2i
Pengurangan Bilangan Kompleks
Rumus:
(a+bi)−(c+di)
= (a−c)+(b−d)i
Contoh:
(3+4i)−(1−2i)
= 2 + 6i.
Perhatikan tanda negatif pada bagian imajiner bilangan kedua.
Perkalian Bilangan Kompleks
Gunakan sifat distributif seperti perkalian aljabar biasa.
(a+bi)(c+di)
= ac + adi + bci + bdi².
Karena:
i² = −1
maka:
(a+bi)(c+di)
= (ac−bd)+(ad+bc)i
Contoh Perkalian
Hitung:
(3+4i)(1−2i)
Bagian real:
3×1 − 4×(−2)
= 3 + 8
= 11.
Bagian imajiner:
3×(−2) + 4×1
= −6 + 4
= −2.
Hasil:
11 − 2i
Pembagian Bilangan Kompleks
Pembagian dilakukan dengan menggunakan konjugat penyebut.
Misalnya:
(a+bi)/(c+di)
kalikan pembilang dan penyebut dengan:
c−di
Penyebut kemudian menjadi bilangan real:
c²+d²
Rumus Pembagian
Hasilnya:
[(ac+bd)+(bc−ad)i] / (c²+d²)
selama:
c+di ≠ 0
Pembagian dengan:
0+0i
tidak didefinisikan.
Contoh Pembagian
Hitung:
(3+4i)/(1−2i)
Kalikan dengan konjugat:
1+2i
Penyebut:
1² + (−2)²
= 5.
Pembilang:
(3+4i)(1+2i)
= −5 + 10i.
Bagi dengan 5:
−1 + 2i
Apa Itu Konjugat?
Konjugat dari:
z = a + bi
adalah:
z̄ = a − bi
Bagian real tetap sama.
Tanda bagian imajiner dibalik.
Contoh:
konjugat:
3+4i
adalah:
3−4i
Mengapa Konjugat Berguna?
Perkalian sebuah bilangan kompleks dengan konjugatnya menghasilkan bilangan real.
(a+bi)(a−bi)
= a² + b².
Contoh:
(3+4i)(3−4i)
= 9 + 16
= 25
Nilai ini juga sama dengan:
|z|²
Apa Itu Modulus?
Modulus menunjukkan jarak bilangan kompleks dari titik asal pada bidang kompleks.
Untuk:
z = a+bi
rumusnya:
|z| = √(a²+b²)
Konsepnya sama dengan Teorema Pythagoras.
Contoh Modulus
Untuk:
z = 3+4i
maka:
|z|
= √(3²+4²)
= √25
= 5
Artinya titik (3,4) berada sejauh 5 satuan dari titik asal.
Apa Itu Argumen?
Argumen adalah sudut bilangan kompleks terhadap sumbu real positif.
Biasanya ditulis:
arg(z) = θ
Untuk:
z = a+bi
hubungan dasarnya:
tan θ = b/a
Namun menggunakan hanya arctan(b/a) dapat salah menentukan kuadran.
Karena itu calculator menggunakan konsep atan2(b,a) agar posisi sudut mengikuti tanda a dan b.
Contoh Argumen
Untuk:
3+4i
sudutnya kira-kira:
53,1301°
atau:
0,9273 rad
Dengan modulus 5, bentuk polarnya menjadi:
5∠53,1301°
Bidang Kompleks
Bilangan kompleks dapat digambarkan pada bidang dua dimensi.
Sumbu horizontal menunjukkan bagian real.
Sumbu vertikal menunjukkan bagian imajiner.
Bilangan:
3+4i
dapat dipandang sebagai titik:
(3,4)
atau sebagai vektor dari titik asal menuju titik tersebut.
Bentuk Kartesius
Bentuk:
a+bi
disebut bentuk kartesius atau rectangular form.
Bentuk ini sangat nyaman untuk:
penjumlahan,
pengurangan,
dan melihat bagian real serta imajiner secara langsung.
Bentuk Polar
Bilangan kompleks juga dapat ditulis berdasarkan modulus dan sudut:
z = r(cos θ + i sin θ)
dengan:
r = |z|
dan:
θ = arg(z)
Bentuk ini sering lebih mudah untuk perkalian, pembagian, perpangkatan, dan akar.
Contoh Bentuk Polar
Untuk:
3+4i
modulus:
r = 5.
Argumen:
θ ≈ 53,1301°.
Maka:
3+4i = 5(cos53,1301° + i sin53,1301°)
atau singkat:
5∠53,1301°
Bentuk Eksponensial
Dengan rumus Euler:
e^(iθ) = cos θ + i sin θ
maka bentuk polar dapat ditulis:
z = re^(iθ)
Contoh:
3+4i
≈:
5e^(0,9273i)
Polar ke Bentuk a+bi
Jika diketahui:
r
dan:
θ
maka:
a = r cos θ
b = r sin θ
Sehingga:
z = r cos θ + i(r sin θ)
Contoh Polar ke Kartesius
Misalnya:
r = 5
θ ≈ 53,1301°.
Maka:
a = 5 cos53,1301°
≈ 3.
b = 5 sin53,1301°
≈ 4.
Jadi:
z ≈ 3+4i
Kebalikan Bilangan Kompleks
Untuk:
z = a+bi
kebalikannya:
1/z
dapat dicari dengan konjugat.
Rumus:
1/z = (a−bi)/(a²+b²)
selama z tidak sama dengan 0.
Contoh Kebalikan
Untuk:
3+4i
maka:
1/(3+4i)
= (3−4i)/25
= 0,12 − 0,16i
Pangkat Bilangan Kompleks
Bilangan kompleks dapat dipangkatkan seperti bilangan biasa.
Untuk pangkat kecil, perkalian langsung dapat digunakan.
Contoh:
(1+i)²
= 1 + 2i + i²
= 1 + 2i − 1
= 2i
Untuk pangkat lebih tinggi, bentuk polar sangat membantu.
Teorema De Moivre
Jika:
z = r(cos θ+i sin θ)
maka:
zⁿ = rⁿ[cos(nθ)+i sin(nθ)]
Formula ini disebut Teorema De Moivre.
Calculator menggunakan hubungan ini untuk menjelaskan perpangkatan dalam bentuk polar.
Contoh De Moivre
Jika:
z = 2(cos30° + i sin30°)
maka:
z³
= 2³[cos90° + i sin90°]
= 8i.
Sudut dikalikan dengan pangkat, sedangkan modulus dipangkatkan.
Akar Bilangan Kompleks
Bilangan kompleks umumnya memiliki beberapa akar ke-n.
Jika:
z = r(cos θ+i sin θ)
maka akar ke-n diberikan oleh:
zₖ = r^(1/n)[cos((θ+360°k)/n) + i sin((θ+360°k)/n)]
untuk:
k = 0,1,…,n−1
Mengapa Ada Banyak Akar?
Pada bilangan real kita sering memilih satu principal root.
Tetapi dalam bilangan kompleks:
zⁿ = w
umumnya mempunyai n akar kompleks berbeda jika w ≠ 0.
Akar-akar tersebut tersebar dengan jarak sudut yang sama pada lingkaran kompleks.
Akar Pangkat Tiga dari 1
Cari:
z³ = 1
Bilangan 1 mempunyai modulus 1 dan sudut 0°.
Akar-akarnya mempunyai sudut:
0°
120°
240°.
Jadi terdapat tiga akar kompleks.
Salah satunya adalah:
1
dan dua lainnya mempunyai bagian imajiner bukan nol.
Akar Kuadrat Bilangan Negatif
Bilangan kompleks memungkinkan kita menghitung:
√−4
Karena:
i² = −1
maka:
(2i)² = −4
Akar persamaan:
z² = −4
adalah:
2i
dan:
−2i
Hubungan dengan Persamaan Kuadrat
Persamaan:
x² + 1 = 0
memberikan:
x² = −1.
Dalam bilangan real tidak ada solusi.
Dalam bilangan kompleks:
x = ±i
Karena itu bilangan kompleks memungkinkan persamaan kuadrat tertentu tetap mempunyai akar.
Untuk menyelesaikan persamaan kuadrat lengkap, gunakan Kalkulator Persamaan Kuadrat.
Diskriminan Negatif
Pada rumus kuadrat:
x = [−b ± √(b²−4ac)]/(2a)
jika diskriminannya negatif, akar mengandung bilangan imajiner.
Misalnya diskriminan:
−16
maka:
√−16 = 4i.
Ini merupakan hubungan penting antara persamaan kuadrat dan bilangan kompleks.
Hubungan dengan Trigonometri
Bentuk polar menggunakan:
sin θ
dan:
cos θ.
Argumen juga berkaitan dengan fungsi trigonometri invers.
Karena itu pemahaman sin, cos, atan, derajat, dan radian membantu ketika bekerja dengan bilangan kompleks.
Gunakan Kalkulator Trigonometri untuk fungsi sudut secara terpisah.
Hubungan dengan Pangkat dan Akar
Teorema De Moivre menggabungkan:
pangkat,
akar,
modulus,
dan sudut.
Untuk operasi pangkat bilangan real biasa, gunakan Kalkulator Pangkat.
Untuk akar real biasa, gunakan Kalkulator Akar Kuadrat & Pangkat-n.
Hubungan dengan Bentuk Eksponensial
Bentuk:
re^(iθ)
menggabungkan bilangan kompleks dengan eksponen.
Bentuk ini banyak digunakan dalam matematika lanjut, gelombang, sinyal, dan teknik.
Ini berbeda dari notasi ilmiah seperti:
1,2 × 10⁶
meskipun keduanya sama-sama menggunakan eksponen.
Bilangan Kompleks dalam Teknik
Bilangan kompleks sering muncul ketika sebuah besaran mempunyai magnitudo dan fase.
Contohnya dalam analisis rangkaian AC dan sinyal sinusoidal.
Bentuk polar berguna karena magnitudo dan sudut dapat terlihat secara langsung.
Namun calculator halaman ini fokus pada matematika bilangan kompleks, bukan kalkulator listrik khusus.
Bilangan Kompleks dalam Geometri
Karena bilangan kompleks dapat dipandang sebagai titik atau vektor pada bidang, perkalian dengan bilangan kompleks tertentu dapat merepresentasikan perubahan skala dan rotasi.
Dalam bentuk polar:
modulus memengaruhi skala,
sedangkan argumen memengaruhi rotasi.
Perkalian dalam Bentuk Polar
Jika:
z₁ = r₁∠θ₁
dan:
z₂ = r₂∠θ₂
maka:
z₁z₂ = r₁r₂ ∠ (θ₁+θ₂)
Jadi modulus dikalikan dan sudut dijumlahkan.
Inilah salah satu alasan bentuk polar sangat praktis.
Pembagian dalam Bentuk Polar
Untuk:
z₁/z₂
modulus dibagi:
r₁/r₂
dan sudut dikurangi:
θ₁−θ₂
selama z₂ ≠ 0.
Konjugat dalam Bentuk Polar
Jika:
z = r∠θ
maka konjugatnya mempunyai:
r∠(−θ)
Modulus tidak berubah.
Sudutnya hanya berlawanan arah.
Modulus dari Perkalian
Sifat penting:
|z₁z₂| = |z₁||z₂|
Begitu juga:
|z₁/z₂| = |z₁|/|z₂|
untuk z₂ ≠ 0.
Modulus Konjugat
Bilangan kompleks dan konjugatnya mempunyai modulus yang sama:
|z| = |z̄|
Karena mengubah tanda bagian imajiner hanya merefleksikan titik terhadap sumbu real.
Apa yang Terjadi pada z = 0?
Bilangan:
0+0i
mempunyai modulus:
0
Tidak mempunyai reciprocal karena pembagian dengan nol tidak diperbolehkan.
Argumen nol secara matematis tidak mempunyai satu nilai yang unik. Calculator menampilkan 0° sebagai konvensi tampilan praktis, bukan sebagai argumen unik secara matematis.
Derajat dan Radian
Sudut polar dapat ditulis dalam derajat atau radian.
Hubungannya:
180° = π rad
Contoh:
90° = π/2 rad.
Calculator menerima derajat atau radian ketika melakukan konversi polar ke bentuk kartesius.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Menganggap i² = 1
Yang benar:
i² = −1
Menjumlahkan Real dan Imajiner Menjadi Satu
3 + 4i tidak sama dengan 7i atau 7.
Bagian real dan imajiner merupakan komponen berbeda.
Salah Mengalikan bi × di
Karena:
i² = −1
maka:
bi × di = −bd.
Membagi Tanpa Konjugat
Pada pembagian bentuk kartesius, konjugat membantu membuat penyebut menjadi real.
Menggunakan arctan(b/a) Tanpa Memeriksa Kuadran
Ini dapat memberikan arah yang salah.
atan2(b,a) lebih aman karena mempertimbangkan tanda kedua komponen.
Menganggap Hanya Ada Satu Akar Kompleks
Akar ke-n dari bilangan kompleks nonnol umumnya mempunyai n solusi.
Membagi dengan 0+0i
Operasi ini tidak didefinisikan.
Kalkulator Terkait
Gunakan Kalkulator Persamaan Kuadrat jika bilangan kompleks muncul sebagai akar persamaan kuadrat.
Gunakan Kalkulator Akar Kuadrat & Pangkat-n untuk akar bilangan real.
Gunakan Kalkulator Pangkat untuk perpangkatan real.
Gunakan Kalkulator Trigonometri untuk sin, cos, tan, dan fungsi invers.
Gunakan Kalkulator Notasi Ilmiah untuk angka sangat besar atau sangat kecil dalam bentuk pangkat 10.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu bilangan kompleks?
Bilangan kompleks adalah bilangan berbentuk a+bi, dengan a dan b bilangan real serta i² = −1.
Apa bagian real dari 3+4i?
3
Apa bagian imajiner dari 3+4i?
Koefisien imajinernya adalah 4.
Berapa i²?
−1
Berapa modulus 3+4i?
5
Apa konjugat 3+4i?
3−4i
Apa bentuk polar 3+4i?
Sekitar 5∠53,13°.
Bagaimana menjumlahkan bilangan kompleks?
Jumlahkan bagian real dengan real dan bagian imajiner dengan imajiner.
Bagaimana mengalikan bilangan kompleks?
Gunakan sifat distributif dan ingat bahwa i² = −1.
Bagaimana membagi bilangan kompleks?
Kalikan pembilang dan penyebut dengan konjugat penyebut.
Apakah akar bilangan negatif dapat dihitung?
Ya dalam bilangan kompleks. Contohnya √−4 menghasilkan ±2i sebagai solusi persamaan z² = −4.
Apa itu argumen?
Argumen adalah sudut bilangan kompleks terhadap sumbu real positif.
Apa itu Teorema De Moivre?
Teorema ini menyatakan bahwa jika z=r(cosθ+i sinθ), maka zⁿ=rⁿ(cos nθ+i sin nθ).
Berapa banyak akar ke-n yang dimiliki bilangan kompleks?
Bilangan kompleks nonnol mempunyai n akar ke-n kompleks yang berbeda.
Apakah calculator mendukung radian?
Ya, pada mode konversi polar.
Apakah calculator menghitung semua akar?
Ya. Mode akar menampilkan semua akar ke-n hingga n=12.