Kalkulator Modulo – Hitung Sisa Pembagian & Modulus

Gunakan kalkulator modulo untuk mencari sisa pembagian dua bilangan bulat. Selain hasil modulus, alat ini menampilkan hasil bagi, identitas pembagian, bentuk kongruensi, pengecekan habis dibagi, serta perbedaan antara modulo Euclidean dan operator % ketika bilangan negatif digunakan.

Kalkulator Modulo

Hitung Modulo & Sisa Pembagian Bilangan Bulat

Masukkan bilangan yang dibagi dan pembagi untuk melihat modulo Euclidean, hasil bagi, sisa operator %, serta bentuk kongruensinya.

Gunakan bilangan bulat. Pembagi tidak boleh 0. Bilangan negatif didukung. Pemisah ribuan seperti 1.000 atau 1,000 juga dapat digunakan.

Cara Menggunakan Kalkulator Modulo

Masukkan bilangan yang ingin dibagi pada kolom pertama dan pembagi pada kolom kedua.

Contohnya, untuk menghitung:

25 mod 7

masukkan 25 sebagai bilangan yang dibagi dan 7 sebagai pembagi.

Tekan Hitung Modulo.

Kalkulator akan menampilkan sisa pembagian, hasil bagi, bentuk kongruensi, status apakah bilangan habis dibagi, serta langkah perhitungannya.

Bilangan negatif juga dapat digunakan.

Pembagi tidak boleh bernilai 0.

Apa Itu Operasi Modulo?

Modulo adalah operasi matematika yang digunakan untuk mencari sisa setelah sebuah bilangan dibagi dengan bilangan lainnya.

Contoh:

25 ÷ 7

7 dapat masuk ke dalam 25 sebanyak 3 kali:

7 × 3 = 21

Sisanya:

25 − 21 = 4

Jadi:

25 mod 7 = 4

Operasi ini sering ditulis:

25 mod 7

atau dalam beberapa bahasa pemrograman:

25 % 7

Rumus Dasar Modulo

Pembagian bilangan bulat dapat ditulis sebagai:

a = bq + r

dengan:

  • a = bilangan yang dibagi,
  • b = pembagi,
  • q = hasil bagi bilangan bulat,
  • r = sisa.

Untuk pembagian Euclidean, sisanya memenuhi:

0 ≤ r < |b|

Contoh:

25 = 7 × 3 + 4

Karena itu:

25 mod 7 = 4

Contoh Modulo 20 mod 3

Hitung:

20 mod 3

3 dapat digunakan sebanyak 6 kali:

3 × 6 = 18

Sisa:

20 − 18 = 2

Maka:

20 mod 3 = 2

Contoh seperti ini juga sering digunakan untuk menjelaskan operasi modulus karena hasilnya mudah diperiksa secara manual.

Modulo Jika Pembagian Habis

Jika suatu bilangan dapat dibagi tanpa sisa, hasil modulo adalah 0.

Contoh:

20 mod 5

Karena:

20 = 5 × 4

tidak ada sisa.

Jadi:

20 mod 5 = 0

Hal ini membuat operasi modulo sangat berguna untuk mengecek apakah sebuah bilangan habis dibagi oleh bilangan lain.

Cara Mengecek Bilangan Genap dengan Modulo

Bilangan genap selalu habis dibagi 2.

Karena itu:

n mod 2 = 0

menunjukkan bahwa n adalah bilangan genap.

Contoh:

18 mod 2 = 0

maka 18 genap.

Sedangkan:

19 mod 2 = 1

maka 19 ganjil.

Konsep ini sangat sering digunakan dalam algoritma dan pemrograman.

Modulo dengan Angka Lebih Kecil dari Pembagi

Jika bilangan positif lebih kecil daripada pembagi positif, hasil modulonya adalah bilangan itu sendiri.

Contoh:

3 mod 10 = 3

karena 10 belum dapat masuk satu kali pun ke dalam 3.

Dapat ditulis:

3 = 10 × 0 + 3

Sehingga sisanya tetap 3.

Modulo dengan Bilangan Negatif

Bilangan negatif memerlukan perhatian lebih karena istilah modulo dan remainder tidak selalu didefinisikan dengan cara yang sama.

Pada kalkulator ini, hasil utama menggunakan pembagian Euclidean sehingga sisanya selalu:

0 ≤ r < |b|

Contoh:

−25 mod 7

Kita mencari q dan r sehingga:

−25 = 7q + r

dengan r tidak negatif.

Gunakan q = −4:

7 × (−4) = −28

Maka:

−25 = −28 + 3

Jadi:

−25 mod 7 = 3

Mengapa −25 % 7 Bisa Menghasilkan −4?

Dalam beberapa bahasa pemrograman, simbol % digunakan sebagai remainder operator, bukan Euclidean modulo.

Misalnya dengan aturan truncation:

−25 / 7

hasil bagi integer menuju nol adalah:

−3

Kemudian:

−25 − (7 × −3)

= −25 + 21

= −4

Karena itu hasil % dapat berupa:

−25 % 7 = −4

Sementara modulo Euclidean pada kalkulator ini adalah:

−25 mod 7 = 3

Keduanya berasal dari aturan pembagian integer yang berbeda.

Modulo dan Remainder: Apa Bedanya?

Untuk bilangan positif, keduanya biasanya menghasilkan nilai yang sama.

Contoh:

25 mod 7 = 4

dan:

25 % 7 = 4

Perbedaannya menjadi penting ketika angka negatif digunakan.

Modulo Euclidean menjaga sisa pada rentang:

0 sampai |b| − 1

Sedangkan remainder berbasis truncation dapat mengikuti tanda bilangan yang dibagi.

Karena itu, saat menulis program, penting mengetahui aturan yang digunakan bahasa pemrograman tersebut.

Apa Itu Kongruensi Modulo?

Dua bilangan disebut kongruen modulo n jika keduanya mempunyai sisa yang sama ketika dibagi n.

Notasinya:

a ≡ b (mod n)

Contoh:

25 mod 7 = 4

Maka:

25 ≡ 4 (mod 7)

Contoh lainnya:

18 mod 5 = 3

sehingga:

18 ≡ 3 (mod 5)

Contoh Bilangan Kongruen

Ambil:

11 dan 26

Hitung:

11 mod 5 = 1

dan:

26 mod 5 = 1

Karena sisanya sama:

11 ≡ 26 (mod 5)

Selisih kedua bilangan:

26 − 11 = 15

juga habis dibagi 5.

Ini merupakan salah satu cara untuk memahami konsep kongruensi.

Modulo pada Jam

Salah satu contoh paling intuitif adalah jam 12 jam.

Jika sekarang pukul 10 dan kita menambahkan 5 jam:

10 + 5 = 15

Tetapi pada jam 12 jam:

15 mod 12 = 3

Jadi waktunya menjadi pukul 3.

Karena itu aritmetika modulo sering disebut memiliki pola berputar atau siklik.

Modulo untuk Hari dalam Seminggu

Hari dalam satu minggu berulang setiap 7 hari.

Misalnya hari ke-10 dari sebuah siklus:

10 mod 7 = 3

Artinya posisi tersebut sama dengan posisi ketiga setelah satu siklus lengkap 7 hari dilewati.

Konsep serupa digunakan untuk jadwal, kalender, pola berulang, dan rotasi.

Modulo untuk Mengecek Kelipatan

Jika:

a mod b = 0

maka a merupakan kelipatan dari b.

Contoh:

30 mod 5 = 0

berarti 30 merupakan kelipatan 5.

Sedangkan:

31 mod 5 = 1

maka 31 bukan kelipatan 5.

Hubungan Modulo dengan Pembagian

Operasi modulo dan pembagian sangat berkaitan.

Pada:

25 ÷ 7

hasil bagi bilangan bulat adalah:

3

dan sisanya:

4

Sehingga:

25 = 7 × 3 + 4

Pembagian memberi tahu berapa kali pembagi dapat digunakan, sedangkan modulo berfokus pada sisanya.

Modulo dalam Pemrograman

Operator modulo atau remainder banyak digunakan dalam program untuk:

  • menentukan angka genap atau ganjil,
  • membuat pola berulang,
  • membatasi indeks dalam sebuah rentang,
  • rotasi array,
  • kalender dan waktu,
  • validasi kelipatan,
  • algoritma hashing,
  • dan beberapa metode kriptografi.

Contoh sederhana:

Jika sebuah indeks harus selalu berada antara 0 dan 4, operasi modulo 5 dapat digunakan untuk mengulang nilainya setelah mencapai batas.

Modulo pada Pola Berulang

Misalnya ada tiga warna:

  1. merah
  2. hijau
  3. biru

Kemudian pola tersebut diulang terus.

Untuk menentukan warna berdasarkan nomor posisi, modulo 3 dapat membantu mengetahui posisi dalam setiap siklus.

Hal ini berlaku untuk berbagai pola periodik lainnya.

Apakah Modulo Bisa Menggunakan Angka Desimal?

Modulo dapat didefinisikan lebih luas, dan beberapa bahasa pemrograman memang mengizinkan nilai desimal.

Namun halaman ini sengaja berfokus pada bilangan bulat karena itulah bentuk yang paling umum dalam matematika dasar, teori bilangan, kongruensi, dan banyak algoritma.

Pembatasan ini juga membuat hubungan:

a = bq + r

lebih mudah dipahami.

Mengapa Pembagi Tidak Boleh Nol?

Operasi:

a mod 0

tidak terdefinisi.

Alasannya sama seperti pembagian biasa dengan nol: tidak ada hasil bagi yang dapat memenuhi operasi tersebut secara konsisten.

Karena itu kalkulator akan menolak input pembagi 0.

Modulo dengan Bilangan Sangat Besar

Perhitungan modulus sering digunakan pada angka yang jauh lebih besar daripada angka sehari-hari.

Misalnya dalam teori bilangan dan kriptografi.

Calculator di atas menggunakan perhitungan integer sehingga dapat menangani bilangan bulat yang sangat panjang tanpa harus mengubahnya menjadi angka desimal floating-point biasa.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Menganggap modulo sama dengan pembagian

25 / 7 menghasilkan nilai pembagian.

25 mod 7 hanya mencari sisanya.

Menggunakan pembagi 0

Modulo dengan 0 tidak terdefinisi.

Bingung dengan bilangan negatif

Untuk angka negatif, modulo dan remainder dapat berbeda tergantung aturan yang digunakan.

Mengira hasil modulo boleh lebih besar daripada pembagi

Dalam modulo Euclidean:

0 ≤ r < |b|

jadi sisa harus lebih kecil dari nilai absolut pembagi.

Mengira % selalu berarti modulo matematika

Dalam banyak bahasa pemrograman % sebenarnya didefinisikan sebagai remainder operator. Karena itu perilaku bilangan negatif perlu diperiksa.

Kalkulator Terkait

Untuk melihat hasil pembagian biasa, gunakan Kalkulator Pembagian.

Jika ingin mengecek faktor dan sifat bilangan, gunakan Kalkulator Bilangan Prima atau Kalkulator FPB dan KPK.

Untuk operasi bilangan positif dan negatif lainnya, tersedia Kalkulator Bilangan Bulat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu modulo?

Modulo adalah operasi yang digunakan untuk mencari sisa dari pembagian.

Berapa 25 mod 7?

Hasilnya adalah 4.

Berapa 20 mod 5?

Hasilnya 0 karena 20 habis dibagi 5.

Bagaimana mengetahui angka genap dengan modulo?

Jika n mod 2 = 0, bilangan tersebut genap.

Apakah modulo bisa digunakan untuk angka negatif?

Ya. Namun hasilnya bergantung pada definisi modulo atau remainder yang digunakan. Kalkulator ini menampilkan modulo Euclidean dan remainder % secara terpisah.

Berapa −25 mod 7?

Dengan modulo Euclidean, hasilnya adalah 3.

Apa beda modulo dan operator %?

Untuk angka positif hasilnya sering sama. Pada angka negatif, % dalam beberapa bahasa dapat menghasilkan remainder negatif sedangkan modulo Euclidean tetap non-negatif.

Apa arti a ≡ b (mod n)?

Artinya a dan b mempunyai sisa yang sama ketika dibagi dengan n.

Mengapa modulo 0 tidak bisa dihitung?

Karena pembagian dengan nol tidak terdefinisi.

Apakah kalkulator mendukung bilangan besar?

Ya. Kalkulator menggunakan integer arithmetic untuk mendukung bilangan bulat yang jauh lebih besar daripada batas presisi angka biasa.