Kalkulator Fungsi dan Grafik Linear & Kuadrat

Gunakan kalkulator fungsi dan grafik untuk menganalisis fungsi linear dan kuadrat dalam bentuk f(x) = ax² + bx + c. Masukkan nilai koefisien a, b, dan c untuk melihat persamaan, titik potong sumbu, diskriminan, akar, sumbu simetri, titik puncak, turunan pertama, serta bentuk grafik pada bidang koordinat.

Jika ingin menganalisis fungsi linear, masukkan a = 0. Untuk fungsi kuadrat, gunakan nilai a ≠ 0.

Kalkulator Fungsi & Grafik

Plot Grafik, Tabel Nilai & Analisis f(x)

Masukkan fungsi dengan variabel x, tentukan rentang grafik, lalu lihat nilai fungsi, titik potong, akar numerik, tabel x–y, dan visual grafik.

Sintaks: +, −, *, /, ^, tanda kurung. Fungsi: sin, cos, tan, asin, acos, atan, sqrt, abs, ln, log, exp, floor, ceil. Konstanta: pi dan e. Trigonometri memakai radian.

Cara Menggunakan Kalkulator Fungsi dan Grafik

Kalkulator menggunakan bentuk umum:

f(x) = ax² + bx + c

Masukkan tiga koefisien:

  • a = koefisien x²
  • b = koefisien x
  • c = konstanta

Kemudian tekan Hitung & Gambar Grafik.

Kalkulator akan menganalisis fungsi dan menampilkan informasi seperti:

  • bentuk persamaan
  • titik potong sumbu Y
  • diskriminan
  • akar atau titik potong sumbu X
  • sumbu simetri
  • titik puncak
  • turunan pertama
  • grafik fungsi

Contoh Input Fungsi Kuadrat

Untuk:

f(x) = x² − 4x + 3

masukkan:

a = 1

b = -4

c = 3

Contoh Input Fungsi Linear

Untuk:

f(x) = 2x + 4

masukkan:

a = 0

b = 2

c = 4


Apa Itu Fungsi?

Fungsi adalah hubungan yang memasangkan setiap nilai input x dengan satu nilai output f(x).

Contoh:

f(x) = 2x + 3

Jika:

x = 1

maka:

f(1) = 2(1) + 3

= 5

Jika:

x = 4

maka:

f(4) = 2(4) + 3

= 11

Pasangan nilai seperti:

(1, 5)

dan:

(4, 11)

dapat digambar sebagai titik pada bidang koordinat.

Jika banyak titik tersebut dihubungkan sesuai fungsi, terbentuklah grafik fungsi.


Fungsi Linear dan Fungsi Kuadrat

Kalkulator ini dirancang untuk bentuk:

f(x) = ax² + bx + c

Bentuk tersebut dapat mewakili fungsi kuadrat maupun fungsi linear.

Fungsi Kuadrat

Jika:

a ≠ 0

maka fungsi tersebut merupakan fungsi kuadrat.

Contoh:

f(x) = x² − 4x + 3

Grafiknya berbentuk parabola.

Fungsi Linear

Jika:

a = 0

maka suku x² hilang.

Persamaan berubah menjadi:

f(x) = bx + c

Contoh:

f(x) = 2x + 4

Grafiknya berbentuk garis lurus.


Cara Membaca Grafik Fungsi

Pada bidang koordinat terdapat dua sumbu utama.

Sumbu X

Sumbu X adalah garis horizontal.

Nilai x menunjukkan posisi titik ke kiri atau kanan.

Sumbu Y

Sumbu Y adalah garis vertikal.

Nilai y atau f(x) menunjukkan posisi titik ke atas atau bawah.

Sebuah titik ditulis:

(x, y)

Contoh:

(2, 5)

artinya:

x = 2

y = 5

Pada grafik fungsi, titik tersebut berarti:

f(2) = 5


Titik Potong Sumbu Y

Titik potong sumbu Y diperoleh ketika:

x = 0

Gunakan bentuk:

f(x) = ax² + bx + c

Substitusikan x = 0:

f(0) = a(0)² + b(0) + c

Sehingga:

f(0) = c

Jadi titik potong sumbu Y selalu:

(0, c)

Contoh

Untuk:

f(x) = x² − 4x + 3

nilai:

c = 3

Maka titik potong sumbu Y adalah:

(0, 3)


Titik Potong Sumbu X atau Akar Fungsi

Titik potong sumbu X terjadi ketika:

f(x) = 0

Untuk fungsi kuadrat:

ax² + bx + c = 0

Nilai x yang memenuhi persamaan tersebut disebut:

  • akar persamaan
  • solusi persamaan
  • atau titik potong grafik dengan sumbu X

Rumus kuadrat atau rumus ABC:

x = (-b ± √(b² − 4ac)) / 2a

Bagian:

b² − 4ac

disebut diskriminan.


Apa Itu Diskriminan?

Diskriminan digunakan untuk mengetahui jenis akar dari fungsi kuadrat.

Rumus:

D = b² − 4ac

Terdapat tiga kemungkinan.

D > 0

Fungsi mempunyai dua akar real berbeda.

Grafik memotong sumbu X pada dua titik.

D = 0

Fungsi mempunyai satu akar real kembar.

Grafik menyentuh sumbu X tepat pada titik puncak.

D < 0

Fungsi tidak mempunyai akar real.

Grafik tidak memotong sumbu X.

Contoh

Untuk:

f(x) = x² − 4x + 3

a = 1

b = -4

c = 3

Maka:

D = (-4)² − 4(1)(3)

= 16 − 12

= 4

Karena:

D > 0

fungsi mempunyai dua akar real.


Contoh Mencari Akar Fungsi Kuadrat

Gunakan:

f(x) = x² − 4x + 3

Persamaannya:

x² − 4x + 3 = 0

Dengan rumus ABC:

x = (4 ± √4) / 2

Maka:

x₁ = (4 + 2) / 2 = 3

dan:

x₂ = (4 − 2) / 2 = 1

Jadi akar fungsi adalah:

x = 1

dan:

x = 3

Titik potong sumbu X:

(1, 0)

dan:

(3, 0)

Jika ingin menganalisis persamaan kuadrat secara khusus, gunakan Kalkulator Persamaan Kuadrat.


Apa Itu Sumbu Simetri?

Grafik fungsi kuadrat berbentuk parabola yang mempunyai garis simetri.

Rumus sumbu simetri:

x = -b / 2a

Garis ini membagi parabola menjadi dua bagian yang simetris.

Contoh

Untuk:

f(x) = x² − 4x + 3

a = 1

b = -4

Maka:

x = -(-4) / 2(1)

= 4 / 2

= 2

Jadi sumbu simetrinya:

x = 2


Cara Mencari Titik Puncak Parabola

Titik puncak atau vertex adalah titik maksimum atau minimum pada grafik fungsi kuadrat.

Koordinat x titik puncak:

xₚ = -b / 2a

Setelah mendapatkan nilai x, masukkan kembali ke fungsi untuk mencari y.

Contoh

Gunakan:

f(x) = x² − 4x + 3

Sumbu simetri:

x = 2

Hitung:

f(2) = 2² − 4(2) + 3

= 4 − 8 + 3

= -1

Jadi titik puncaknya:

(2, -1)


Parabola Terbuka ke Atas atau ke Bawah?

Arah parabola ditentukan oleh nilai a.

Jika a > 0

Parabola terbuka ke atas.

Titik puncaknya merupakan nilai minimum.

Contoh:

f(x) = x² − 4x + 3

karena:

a = 1

maka grafik terbuka ke atas.

Jika a < 0

Parabola terbuka ke bawah.

Titik puncaknya merupakan nilai maksimum.

Contoh:

f(x) = -x² + 4x + 1

karena:

a = -1

maka grafik terbuka ke bawah.


Pengaruh Nilai a terhadap Bentuk Parabola

Selain menentukan arah parabola, nilai absolut a juga memengaruhi bentuk grafik.

Bandingkan:

f(x) = x²

dan:

f(x) = 4x²

Grafik 4x² terlihat lebih sempit.

Sedangkan:

f(x) = 0,25x²

akan terlihat lebih lebar.

Secara umum:

  • semakin besar |a|, parabola semakin sempit
  • semakin kecil |a| tetapi tetap lebih dari 0, parabola semakin lebar

Fungsi Linear dan Gradien

Jika:

a = 0

maka fungsi menjadi:

f(x) = bx + c

Pada fungsi linear:

b menunjukkan gradien atau kemiringan garis.

c menunjukkan titik potong sumbu Y.

Contoh:

f(x) = 2x + 3

Gradien:

m = 2

Titik potong Y:

(0, 3)

Jika b > 0

Garis naik dari kiri ke kanan.

Jika b < 0

Garis turun dari kiri ke kanan.

Jika b = 0

Fungsi menjadi konstan:

f(x) = c

Grafiknya berupa garis horizontal.

Untuk perhitungan gradien yang lebih lengkap, gunakan Kalkulator Gradien.


Contoh Analisis Fungsi Kuadrat Lengkap

Analisis:

f(x) = x² − 6x + 5

Diketahui:

a = 1

b = -6

c = 5

1. Titik Potong Y

Karena:

c = 5

maka:

(0, 5)

2. Diskriminan

D = (-6)² − 4(1)(5)

= 36 − 20

= 16

Karena D > 0, terdapat dua akar real.

3. Akar Fungsi

x = (6 ± √16) / 2

x = (6 ± 4) / 2

Maka:

x₁ = 5

dan:

x₂ = 1

Titik potong X:

(1, 0)

dan:

(5, 0)

4. Sumbu Simetri

x = 6 / 2

= 3

5. Titik Puncak

Hitung:

f(3) = 3² − 6(3) + 5

= 9 − 18 + 5

= -4

Maka titik puncak:

(3, -4)

6. Arah Parabola

Karena:

a = 1 > 0

parabola terbuka ke atas.

Titik puncak merupakan nilai minimum.


Contoh Analisis Fungsi Linear

Gunakan:

f(x) = -2x + 6

Karena tidak ada x²:

a = 0

b = -2

c = 6

Titik Potong Y

(0, 6)

Gradien

m = -2

Karena gradien negatif, garis turun dari kiri ke kanan.

Titik Potong X

Cari saat:

f(x) = 0

Maka:

-2x + 6 = 0

-2x = -6

x = 3

Jadi titik potong X:

(3, 0)


Turunan Pertama Fungsi Kuadrat

Untuk fungsi:

f(x) = ax² + bx + c

turunan pertamanya adalah:

f'(x) = 2ax + b

Turunan menunjukkan laju perubahan fungsi dan gradien garis singgung pada suatu nilai x.

Contoh

Jika:

f(x) = x² − 4x + 3

maka:

f'(x) = 2x − 4

Pada:

x = 3

gradien garis singgung:

f'(3) = 2(3) − 4

= 2

Jadi kemiringan garis singgung pada x = 3 adalah:

2


Hubungan Turunan dengan Titik Puncak

Pada titik puncak fungsi kuadrat, turunan pertama bernilai:

0

Gunakan:

f'(x) = 2ax + b

Setarakan:

2ax + b = 0

Maka:

x = -b / 2a

Ini sama dengan rumus sumbu simetri.

Contoh:

f(x) = x² − 4x + 3

Turunannya:

f'(x) = 2x − 4

Setarakan ke nol:

2x − 4 = 0

x = 2

Nilai ini sama dengan posisi x pada titik puncak parabola.


Domain dan Range pada Fungsi Linear dan Kuadrat

Domain adalah kumpulan nilai x yang dapat digunakan sebagai input.

Range adalah kumpulan nilai y yang dapat dihasilkan.

Fungsi Linear

Untuk fungsi linear biasa:

f(x) = bx + c

dengan b ≠ 0, domain dan range pada bilangan real adalah:

Domain = ℝ

Range = ℝ

Fungsi Kuadrat

Untuk:

f(x) = ax² + bx + c

domainnya adalah:

ℝ

Range bergantung pada titik puncak dan arah parabola.

Misalnya:

f(x) = x² − 4x + 3

Titik puncaknya:

(2, -1)

Karena grafik terbuka ke atas, nilai minimum y adalah -1.

Maka:

Range: y ≥ -1

Jika parabola terbuka ke bawah, titik puncaknya menjadi nilai maksimum.


Hubungan Grafik dengan Persamaan

Grafik membantu melihat solusi persamaan secara visual.

Misalnya:

x² − 4x + 3 = 0

Akar persamaannya:

x = 1

dan:

x = 3

Pada grafik, kedua nilai tersebut adalah titik tempat parabola memotong sumbu X.

Karena itu:

akar persamaan = titik potong grafik dengan sumbu X

untuk fungsi yang mempunyai akar real.


Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menganalisis Fungsi

Salah Memasukkan Tanda Negatif

Untuk:

x² − 4x + 3

nilai b adalah:

-4

bukan 4.

Lupa Memasukkan a = 0 untuk Fungsi Linear

Untuk:

f(x) = 3x + 2

masukkan:

a = 0

b = 3

c = 2

Salah Membaca Titik Potong Y

Pada bentuk:

f(x) = ax² + bx + c

titik potong Y adalah:

(0, c)

Menganggap Diskriminan Negatif Sebagai Error

Jika:

D < 0

artinya fungsi kuadrat tidak mempunyai akar real.

Ini bukan kesalahan perhitungan.

Grafiknya hanya tidak memotong sumbu X.

Menganggap Titik Puncak Selalu Minimum

Jika a > 0, titik puncak adalah minimum.

Jika a < 0, titik puncak adalah maksimum.

Salah Membedakan Akar dengan Titik Potong Y

Akar berkaitan dengan:

f(x) = 0

atau titik potong sumbu X.

Sedangkan titik potong sumbu Y terjadi ketika:

x = 0


Kalkulator Terkait

Kalkulator Persamaan Kuadrat
Cari akar x₁ dan x₂, diskriminan, serta informasi persamaan kuadrat.

Kalkulator Gradien
Hitung gradien dari dua titik atau bentuk persamaan garis.

Kalkulator Akar Kuadrat & Pangkat
Hitung operasi akar yang digunakan pada rumus kuadrat.

Kalkulator Pythagoras
Gunakan untuk menghitung sisi segitiga siku-siku dengan operasi kuadrat dan akar.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu kalkulator fungsi dan grafik?

Kalkulator fungsi dan grafik adalah alat untuk menganalisis fungsi matematika dan menampilkan bentuk grafiknya. Kalkulator pada halaman ini fokus pada fungsi linear dan kuadrat berbentuk f(x) = ax² + bx + c.

Apakah kalkulator bisa digunakan untuk fungsi linear?

Ya. Untuk fungsi linear, masukkan:

a = 0

Kemudian gunakan b sebagai koefisien x dan c sebagai konstanta.

Apakah kalkulator bisa digunakan untuk fungsi kuadrat?

Ya. Masukkan nilai a, b, dan c dari fungsi berbentuk:

f(x) = ax² + bx + c

dengan:

a ≠ 0

Apa arti diskriminan?

Diskriminan adalah:

D = b² − 4ac

Nilainya membantu menentukan jumlah akar real dari fungsi kuadrat.

Apa arti D > 0?

Jika D > 0, fungsi kuadrat mempunyai dua akar real berbeda dan grafik memotong sumbu X pada dua titik.

Apa arti D = 0?

Jika D = 0, terdapat satu akar real kembar dan parabola menyentuh sumbu X pada satu titik.

Apa arti D < 0?

Jika D < 0, fungsi kuadrat tidak mempunyai akar real sehingga grafik tidak memotong sumbu X.

Bagaimana cara mencari titik puncak parabola?

Cari terlebih dahulu:

x = -b / 2a

Kemudian substitusikan nilai x tersebut ke fungsi untuk mendapatkan koordinat y.

Bagaimana mengetahui parabola terbuka ke atas atau ke bawah?

Lihat nilai a.

Jika:

a > 0

parabola terbuka ke atas.

Jika:

a < 0

parabola terbuka ke bawah.

Apa hubungan akar fungsi dengan grafik?

Akar real merupakan nilai x saat:

f(x) = 0

Pada grafik, akar tersebut merupakan titik tempat grafik memotong atau menyentuh sumbu X.

Apa perbedaan fungsi linear dan fungsi kuadrat?

Fungsi linear mempunyai pangkat tertinggi x¹ dan grafik berbentuk garis lurus. Fungsi kuadrat mempunyai pangkat tertinggi x² dan grafik berbentuk parabola.

Apakah kalkulator ini bisa menghitung sin, cos, log, atau fungsi eksponensial?

Tidak. Kalkulator pada halaman ini dirancang untuk bentuk f(x) = ax² + bx + c, yaitu fungsi linear dan kuadrat. Untuk fungsi lain, gunakan kalkulator khusus yang sesuai.